Tips Mengemudi Aman bagi Anak

10 September 2013 Artikel Pendidikan


Situasi lalu lintas di Jakarta dan kota-kota besar lainnya saat ini setiap hari pasti diwarnai kecelakaan, baik tunggal maupun beruntun. Hal ini terjadi selain karena lalu lintas yang sesak, juga akibat banyak pengemudi yang sebenarnya belum terlalu mahir. Indikasi perekonomian yang semakin meningkat akan ditandai dengan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor. Dari kondisi inilah kemudian bermunculanlah pengemudi-pengemudi baru di jalan raya. Padahal dari segi teknis mereka belum sepenuhnya menguasai. Tapi demi gengsi dan tak ingin berdesakan dalam angkutan umum, mereka terpaksa menjalankan kendaraan bermotor meski masih sering membahayakan orang lain di jalan raya.

Setiap orang tua berhak membahagiakan anaknya dengan memberikan mobil pribadi. Namun jangan lupakan kontrol serta pengawasan memadai, jangan sampai justru mengkorbankan anak anda. Lalu hal apa saja yang perlu diperhatikan bagi setiap orang tua sebelum memberikan kunci mobil pada anaknya.

Berikut tipsnya:
1.Pastikan usia anak anda sudah memenuhi syarat untuk memperoleh Surat Ijin Mengemudi (SIM). Jangan pernah memberikan mobil kepada anak yang belum memiliki SIM.

2.Cermati kondisi emosinya. Anak yang emosinya belum matang cirinya antara lain suka marah (gampang marah), sensitif, egosentris berat, dan moodnya naik turun.

3.Berikan pengetahuan tentang manfaat, potensi bahaya, konsekuensi serta resiko yang bisa terjadi dari mengemudi mobil.

4.Berikan pengetahuan dasar tentang safety driving. Informasinya bisa anda peroleh dari buku dan internet.

5.Beri pengetahuan dasar serta contoh mengenai mengemudi yang benar dan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas. Lebih bagus lagi jika anda mau memasukkan anak ke sekolah mengemudi profesional.

6.Lakukan evaluasi teori dan praktik atas pengetahuan safety driving yang sudah didapat. Lihat pengalaman anak dan perilakunya saat mengemudi.

7.Setelah anak mendapatkan SIM dan dipercayai untuk mengemudi sendiri, jangan lupa untuk melakukan kontrol atau pengawasan secara berkala.

Untuk mengatasi bahaya yang diakibatkan para pengemudi dadakan ini, ada baiknya melatih anak-anak di usia dini untuk mengemudi. Meski belum bisa mendapatkan SIM, tapi setidaknya anak sudah cukup mahir dan siap menjadi pengemudi yang bertanggung jawab jika sudah direstui untuk mengantongi SIM.

(Dikutip dari berbagai sumber)