Tips Mengelola Kelas Tanpa Kekerasan

20 Juli 2016 Artikel Pendidikan   |    Kak Zepe


Anak-anak adalah pribadi yang aktif. Karena keaktifan mereka, mereka kadang susah dikendalikan. Ada anak-anak yang hobi berbicara, ada anak-anak yang hobi bergerak atau berjalan-jalan di kelas, ada anak yang gemar berbuat iseng pada temannya, dan masih banyak lagi. Sebagai pendidik, kita harus pandai dalam mengontrol emosi kita. Sehingga kita bisa mengelola kelas dengan baik, tanpa harus merasa capek karena berteriak-teriak mengingatkan anak-anak didik kita. Bagaimana caranya?

1. Membuat Aturan yang Jelas

Aturan di sebuah sekolah anak usia dini sangatlah perlu. Namun aturan di dalam kelas anak usia dini bukanlah aturan yang sangat ketat. Aturan di kelas anak usia dini hanyalah bersifat mengingatkan. Bagaimana pun anak-anak usia dini adalah pribadi yang masih perlu banyak belajar, sehingga peran guru dalam mengingatkan anak didiknya secara oral adalah suatu hal yang lebih penting.

2. Mengajarkan sikap yang baik

Saat kita memasuki kelas dan melihat anak-anak didik masih ngobrol dengan temannya dan masih banyak bergerak, akan lebih baik bagi kita untuk mengingatkan mereka tentang cara bersikap. Misalnya, sikap duduk yang baik saat mendengarkan penjelasan guru adalah dengan duduk yang tegak, mata fokus ke depan, dan tidak banyak bercanda. Sikap yang baik untuk bertanya atau menjawab pertanyaan adalah dengan mengangkat tangan terlebih dahulu, setelah ditunjuk atau disebutkan namanya baru boleh menjawab. Sikap-sikap sederhana seperti itu, perlu kita ingatkan kepada anak-anak didik setiap saat.

3. Memberikan Reward

Saat saya mengajar anak-anak usia TK, saya pernah menggunakan sistem reward. Caranya adalah dengan memberikan sebuah bintang kepada anak-anak yang bisa menjadi contoh bagi teman yang lain di akhir pelajaran. Setiap bintang yang terkumpul akan dipajang di kelas. Anak-anak akan berlomba mendapatkan bintang sebanyak-banyaknya dengan cara terus melakukan hal-hal yang baik. Agar anak-anak bisa belajar tentang berbagai karakter yang baik, kita bisa memberikan bintang dengan kriteria yang berbeda setiap hari. Misalnya hari Senin bintang akan diberikan kepada anak yang paling fokus memperhatikan di kelas, hari selanjutnya bintang akan diberikan kepada anak yang paling aktif menjawab pertanyaan, serta kriteria yang lain.

4. Memberikan konsekuensi positif dan edukatif

Bila anak-anak didik kita terus melakukan kesalahan dan sulit untuk diatur, kita bisa sedikit "mengancam" mereka. Misalnya dengan memberikan kesempatan kepada anak-anak didik yang sulit diatur untuk bernyanyi, menari, bermain peran, dan aktivitas lainnya. Konsekuensi edukatif ini memang bertujuan untuk mengingatkan seorang anak didik kita yang melakukan pelanggaran berulang-ulang, sehingga mereka akan paham dan tidak mengulanginya.

5. Menjadi contoh yang baik

Sosok guru di sebuah sekolah akan menjadi teladan bagi anak-anak didiknya. Sadar atau tidak sadar, gaya bicara anak, pemilihan kata-kata, intonasi suara, dan perilaku anak sangat dipengaruhi oleh gurunya. Sebagai pendidik dan pembuat aturan di kelas, marilah kita selalu berusaha untuk bisa menjadi teladan yang baik bagi anak-anak didik kita, dengan cara menjaga sikap dan kata-kata kita.

Semoga dengan membiasakan anak bersikap baik di kelas, para pendidik pun akan semakin mudah mengelola kelas, sehingga proses belajar dan mengajar bisa berjalan dengan baik dan lancar. Mudah-mudahan, untuk ke depannya, para pendidik pun akan semakin piawai dalam mengelola kelas, sehingga murid pun bisa berperilaku baik dan guru tidak perlu bertindak kasar untuk menertibkan murid.

(Penulis adalah Praktisi Pendidikan dan Pencipta Lagu Anak dalam aplikasi gratis" Lagu Anak Kak Zepe Vol 1 dan 2)