Tips Mengatasi Rasa Panik

25 Maret 2014 Artikel Pendidikan


Rasa panik bisa muncul kapan saja dan di mana saja. Bahkan bagi beberapa orang, panik sudah menjadi kebiasaan sehari-harinya. Ketimbang menjadikannya lawan, ada baiknya jika Anda mengubah rasa panik menjadi kawan Anda.

Gemetaran, keringat dingin, ketakutan, salah mengucapkan kata dan pemikiran yang kacau sering melanda orang yang sedang dilanda kepanikan. Sebenarnya, terdapat dua hal yang dapat memperparah panik, yaitu ketika seseorang membiarkan kepanikan itu berlanjut dan mengendalikan dirinya, serta ketika seseorang takut terhadap panik itu sendiri.

Lalu bagaimana mengatasi rasa panik? Jawabannya sangat sederhana, yaitu dengan mewaspadainya, mengalihkannya dan mengendalikannya.

Nah, untuk lebih jelasnya berikut adalah beberapa tips yang mungkin bisa Anda coba:

  • Ketika panik menyerang, ambil napas dalam-dalam. Ini cara cukup mudah untuk menenangkan pikiran dan menghindari pengaruh adrenalin yang bisa membuat lebih panik.
  • Cari tahu dan daftarlah latar belakang dari berbagai kejadian yang membuat Anda panik. Dari daftar itu Anda bisa melakukan persiapan untuk meminimalisir kepanikan saat kejadian tersebut terjadi. Seiring waktu Anda terbiasa mempersiapkan diri, kepanikan bukan lagi menjadi musuh utama.
  • Pahamilah bahwa kepanikan Anda berawal dari imajinasi yang muncul secara liar. Oleh karena itu, Anda mesti mengenali situasi yang sebenarnya terjadi. Dengan memahami hal tersebut, Anda akan dapat mengontrol keadaan dan tidak membiarkan imajinasi buruk beterbangan di kepala.
  • Mencari tahu jawaban kepada ahlinya. Seringkali seseorang tenggelam dalam kepanikan tanpa mau berusaha mencari jawaban kepada orang yang berkompeten. Misalnya, saat seseorang panik terhadap gejala suatu penyakit yang muncul di dalam tubuh, seharusnya dia segera menghubungi dokter agar diketahui penyakit dan cara pengobatannya. Dengan begitu, perasaan panik bisa berubah menjadi kelegaan pikiran.
  • Kalau memang Anda merasa panik terhadap terjadinya suatu keadaan yang buruk di masa depan, mulai sekarang lakukan pencegahan. Contohnya, jika dalam keluarga ada yang mengalami diabetes dan Anda berpotensi mewarisinya, maka yang harus Anda lakukan adalah berusaha menghindari berbagai hal pemicu diabetes.
  • Lakukan terus motivasi diri dengan berbagai imajinasi yang postif agar Anda selalu siap menghadapi berbagai bentuk keadaan. Motivasi adalah penyemangat seseorang untuk maju. Kadang untuk memiliki motivasi ini, seseorang harus "diceburkan" langsung pada keadaan yang membuatnya panik. Setelah dia merasakan sendiri keadaan itu, dia akan dapat menyiapkan berbagai motivasi untuk lebih siap menghadapi hal yang sama di kemudian hari.
  • Alihkan perhatian. Umumnya ketika seseorang panik, nafas akan lebih cepat, dan hal itu bisa memperparah kepanikan. Untuk mengatasinya, atur nafas dan alihkan pada sesuatu hal yang menyenangkan. Tarik nafas dalam-dalam dan keluarkan melalui hidung perlahan-lahan. Bayangkan seseuatu yang membuat perasaan Anda tenang dan nyaman atau lakukanlah sesuatu yang bisa mengusir rasa panik, seperti bernyanyi atau berjalan-jalan di taman.


Semoga bermanfaat!

Oleh: Ariyanti S
(Dikutip dari berbagai sumber)