Tips Mendorong Anak Bersosialisasi

12 Maret 2014 Artikel Pendidikan


Mendidik anak agar dapat bersosialisasi itu sangat penting. Sebaiknya pembelajaran dilakukan sejak usia dini. Dengan bersosialisasi, banyak hal yang bisa mereka pelajari, seperti sikap toleransi, empati, saling berbagi dan sebagainya. Anak anak yang mampu bersosialisasi diharapkan akan tumbuh menjadi anak anak yang merasa aman dan tenteram bila berada di tengah tengah lingkungannya.

Hal ini sangat diperlukan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Namun demikian, mengingat usia anak yang masih dini, dimana fokus anak sebagian besar masih pada diri sendiri, maka sangat diperlukan peran orang tua dalam mendorong dan mengajak anak untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Dengan bersosialisasi anak akan lebih mudah mengembangkan kepribadiannya. Sebagian anak memiliki bakat alamiah mudah bersosialisasi dengan orang lain, namun ada juga anak-anak yang kesulitan untuk bersosialisasi dengan orang lain. Kesulitan bersosialisasi dapat menyebabkan anak kurang percaya diri dan susah bergaul.

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan orangtua dalam mendorong anak bersosialisasi:
1.Kenalkan dengan Orang Kita Kenal

Kenalkan anak dengan orang yang kita kenal dekat setiap ada kesempatan bertemu dengan family, tetangga, kolega, dan lain sebagainya.

2.Bermain Bersama
Bermain sangat mudah mengakrabkan seseorang dengan orang lain. Bermain bersama membuat anak lebih bebas berekspresi secara lebih personal. Ajaklah anak bermain bersama dan biarkan anak bermain di luar rumah bersama teman atau tetangga.

3.Buat Hubungan Kekeluargaan yang Terbuka
Buatlah hubungan antara orangtua dan anak yang terbuka. Ajaklah anak berkomunikasi mengenai aktivitasnya sehari-hari. Luangkan waktu untuk berbicara dengan anak minimal dua kali sehari. Biarkan anak mengeluarkan keluhannya, hal ini akan membuatnya berani untuk bertanya, meminta pendapat, atau sekedar curhat. Hal ini akan melatih anak berani berkomunikasi.

4.Dorong Anak Ikut Aktivitas dalam Kelompok
Dorong anak untuk bergabung dengan tim olahraga, grup vokal, club sepeda, pencinta fotografi dan lain sebagainya sesuai dengan minat anak. Hal ini tidak hanya membantu anak mengasah bakatnya tetapi juga memberikan kesempatan anak untuk bergaul dengan orang lain.

5.Beri Contoh
Anak akan lebih mudah belajar dengan mencontoh. Misalnya jika kita setiap kali melewati rumah seseorang dengan menyapa, maka anak juga akan belajar menyapa orang tersebut setiap kali ia berjumpa.

6.Ajak Anak Mengenal Lingkungan Sosial Di Luar
Ada baiknya mengajak anak untuk sesekali berada di keramaian seperti pertemuan keluarga, arisan, family gathering, dsb. Hal ini akan membuatnya tidak merasa asing dalam lingkungan dimana banyak orang.

7.Beri Ruang bagi Anak untuk Berekspresi
Anak sangat menikmati jika ia bisa menunjukkan bakat dan minatnya. Jika anak tidak diberi ruang untuk berekspresi, dapat menyebabkan anak kurang percaya diri.

8.Beri Anak Pengetahuan Mengenai Etika Bergaul
Anak-anak harus diberi pengertian untuk menghargai orang lain dalam bergaul. Dengan etika bergaul yang benar anak tidak canggung untuk bergaul dengan orang yang jauh lebih muda, atau jauh lebih tua, atau orang yang sepantasnya dihormati.

9.Bangkitkan Rasa Percaya Diri pada Anak
Banyak anak yang tidak percaya diri saat berhadapan dengan orang asing bahkan yang sepantaran sekalipun. Bantulah anak menemukan rasa percaya diri dengan berkomunikasi secara personal. Idealnya, orang tua adalah orang yang paling mengenal karakter anak berikut kelebihan dan kekurangannya.

10.Jangan Terlalu Protektif
Banyak orangtua yang terlalu protektif dan akan melakukan apa saja untuk anaknya bahkan sampai hal-hal sepele. Banyak hal yang semestinya menjadi tugas anak dikerjakan oleh orangtua yang membatasi kesempatan anak untuk berinteraksi dengan orang lain. Biarkan anak membayar sendiri saat jajan, biarkan anak menelepon temannya, biarkan anak bertanya kepada pada orang lain untuk keperluannya sendiri, dsb.

Yang paling penting adalah sebagai orangtua, jalinlah komunikasi dan jadilah teman terbaik baginya. Tentu hubungan emosional dari orangtua dapat mempengaruhi tidak hanya sikapnya, namun membuat anak bermain dan bersosialisasi lebih giat lagi di lingkungannya.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)