Tips Memilih Mainan di Sekolah PAUD

19 Agustus 2016 Artikel Pendidikan   |    Kak Zepe


Dunia anak adalah dunia bermain. Dengan bermain mereka mendapatkan banyak pengalaman, pengetahuan, serta melatih kekuatan fisik mereka. Di setiap sekolah setaraf PAUD biasanya akan menyediakan mainan sebagai sarana belajar dan bermain bagi anak-anak didik. Akan lebih baik bila seorang pemilik sekolah atau pendidik memperhatikan hal-hal di bawah ini dalam memilih mainan bagi anak-anak didiknya.

1. Higienis

Perhatikan kebersihan mainan-mainan yang dimainkan anak-anak didik kita. Setiap masa liburan akhir semester, kita harus rajin membersihkan mainan-mainan anak. Kita juga harus paham masa kadaluwarsa mainan-mainan yang bisa kadaluwarsa, misalnya playdough. Mainan playdough maksimal berusia 3 bulan harus sudah dibuang, itu pun harus disimpan di dalam kulkas.

2. Hindari mainan yang tajam

Mainan-mainan yang tajam bisa menyebakan anak menjadi terluka. Beberapa mainan mungkin tidak tajam, namun karena rusak atau patah sehingga membentuk permukaan yang tajam. Saat membeli mainan pun perlu diperhatikan kekuatan mainan tersebut. Jangan sampai kita memilihkan mainan yang mudah patah. Selain itu, pendidik harus rajin mengecek mainan secara rutin.

3. Mainan yang edukatif

Pilihlah mainan-mainan yang memiliki nilai pendidikan dan tematik. Sehingga selain bisa menjadi media bermain anak di luar jam pelajaran sekolah, juga bisa dipakai sebagai media pengajaran.

4. Hindari mainan terlalu kecil

Mainan-mainan yang bentuknya terlalu kecil perlu dihindari agar tidak dimakan atau tertelan oleh anak-anak didik kita. Beberapa mainan mungkin memiliki tampilan fisik besar, namun bila mainan tersebut bisa dilepas dan bisa menjadi bagian-bagian kecil, tentu juga akan berbahaya bila dimainkan oleh anak-anak.

5. Tidak mengandung bahan beracun

Hindari mainan yang catnya mudah terkelupas. Karena ada kemungkinan cat tersebut masuk ke mulut anak melalui jemari anak-anak. Seperti kita tahu, beberapa anak usia dini masih suka memasukkan jari ke dalam mulut mereka. Mainan-maian edukatif yang beredar saat ini juga banyak mengandung zat-zat yang berbahaya. Misalnya timbal, yang dapat menimbulkan rasa gelisah, depresi, merusak sistem pencernaan, dan memicu rasa mual di perut; merkuri menyebabkan kerusakan paru-paru dan bronkitis, Krom menyebabkan kanker paru-paru dan gagal ginjal, Kadmium menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan gagal jantung. Cara termudah mengenal mainan yang mengandung zat berbahaya dan mainan yang aman adalah mencium baunya. Mainan yang mengandung zat berbahaya biasanya baunya menyengat.

6. Tidak menggunakan daya listrik

Hindari mainan-mainan yang membutuhkan energi listrik untuk mengaktifkannya, karena bisa menyebabkan anak kesetrum dan beresiko terbakar. Walaupun jenis mainan ini jarang disediakan di sekolah-sekolah, namun kita tetap harus mewaspadainya.

7. Berlogo SNI (Standard Mainan Indonesia)

Mainan yang paling aman adalah mainan yang memiliki logo SNI. Mainan ini sudah tersertifikasi oleh pemerintah. Sangat disarankan agar semua sekolah memilih mainan yang berlogo SNI, walaupun dari segi harga mungkin di atas rata-rata.

Sebagai pendidik, kita juga perlu memberikan perhatian ekstra saat anak-anak didik kita bermain. Selain itu, kita juga perlu selalu mengingatkan kepada anak-anak didik kita untuk selalu mencuci tangan setelah bermain untuk menghindari zat kimia dan kuman menempel pada kulit tangan.

(Penulis adalah Praktisi Pendidikan dan Pencipta Lagu Anak dalam aplikasi gratis" Lagu Anak Kak Zepe Vol 1 dan 2)