Tips Membuat Anak Bahagia Tanpa Memanjakannya

7 November 2018 Artikel Pendidikan


Terkadang orang tua salah arti dalam membahagiakan anak, sekalipun benar mengartikan memberi kebahagiaan kepada anak tapi tidak tercermin dalam perlakukan yang dilakukan yang justru diberikan dengan cara memanjakannya. Memanjakan anak memang bukan hal yang salah tapi justru orang tua terlena dengan apa yang telah menjadi paradigma di kalangan masyarakat bahwa cara membahagiakan anak adalah dengan memanjakannya. Padahal Anda masih bisa tetap membuatnya bahagia tanpa harus memanjakannya.

Berikut tips agar anak bahagia tanpa memanjakannya:
1. Memberikan anak kesempatan untuk memimpin

Sesibuk apapun Anda, sebaiknya Anda selalu meluangkan waktu untuk bermain dengan anak setiap hari. Saat bermain, biarkan anak memimpin dan melakukan apapun yang dia inginkan. Jangan pernah mencoba untuk membuat anak melakukan hal yang Anda inginkan. Saat bermain bersama anak, biarkan dia yang mengatur permainannya dan Anda hanya mengikut petunjuk yang diberikan. Dengan begitu, dia akan belajar untuk mengatur dan lebih percaya diri karena Anda juga telah memberikan kepercayaan kepadanya.

2. Mengajarkan anak tentang kegagalan
Para orangtua pasti ingin agar anaknya sukses dan tidak merasakan kegagalan. Namun terus menerus membiarkan mereka sukses hanya akan membuatnya mendapatkan kesulitan di kemudian hari. Akan lebih baik jika Anda membiarkan mereka melakukan kesalahan dan mendapatkan kegagalan agar mereka bisa belajar untuk menghadapi masalah seperti ini. Dengan begini, mereka juga akan belajar untuk menerima kenyataan hidup bahwa hidup akan dipenuhi dengan usaha keras. Mereka juga harus tahu bahwa dunia ini dipenuhi oleh orang-orang yang pernah salah. Dengan merasakan kegagalan, maka mereka akan mempelajari banyak hal tentang hidup.

3. Berikan pujian yang tepat
Ketika anak berhasil mencapai sesuatu, sebaiknya Anda tidak memberikan pujian terhadap hasilnya tapi kepada prosesnya. Karena memberikan pujian pada hasilnya akan membuatnya merasa bahwa Anda hanya mementingkan hasil dan tidak pada proses. Sehingga nantinya dia belajar hanya untuk mencapai hasil meskipun dia menggunakan cara yang curang.

Intinya bagi orang tua adalah selalu mengontrol anak dari mulai permainan, pergaulan, belajar, pemberian apresiasi dan lain-lain agar tidak menjadi kebanggan berlebihan bagi anak yang akhirnya akan terbangun karakter yang tidak baik.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)