Tips Membangun Komunikasi yang Efektif dengan Anak

14 Desember 2017 Artikel Pendidikan


Salah satu cara mendidik yang baik ialah dengan membangun komunikasi yang efektif dengan anak. Sayangnya, masih ada beberapa orangtua yang tidak menyadari betapa pentingnya membangun komunikasi efektif dengan anak. Bahkan lebih mementingkan aktivitasnya masing-masing.Keharmonisan dalam keluarga tercipta apabila adanya komunikasi yang baik tiap individu di dalamnya.

Komunikasi antara orangtua dan anak amatlah penting dan memiliki arti yang luas. Tak hanya memberikan informasi semata, tetapi juga aspek mendidik, memotivasi, merangsang pemikiran dan memacu kreatifitas adalah tujuan dari komunikasi. Oleh karenanya, komunikasi amat mempengaruhi kecerdasan, sifat dan sikap anak di masa mendatang. Berkomunikasi dengan baik juga membantu orangtua untuk siap menghadapi perkembangan anak.

Berikut beberapa hal untuk membangun hubungan baik dengan anak lewat komunikasi:
1. Ajak anak untuk menceritakan masalahnya
Doronglah anak untuk menceritakan masalah yang sedang dihadapinya. Misalnya dengan menanyakan masalah apa yang sedang dihadapinya. Ketika anak bercerita, jangan memotong dengan kata-kata yang menyudutkan atau menyalahkannya. Jika hal itu Anda lakukan, tentu anak akan sungkan untuk melanjutkan ceritanya. Hal yang yang perlu Anda lakukan adalah membiarkannya bercerita, setelah itu memberikan solusi terbaik untuk masalah si kecil.

2. Luangkan waktu untuk anak
Hal yang tak kalah penting dalam menciptakan komunikasi dengan anak adalah dengan meluangkan waktu untuk anak. Apabila kedua orangtua sibuk dengan pekerjaan di hari senin hingga jumat, berikan waktu khusus untuk bercengkrama atau berlibur dengan anak pada hari sabtu dan minggu. Namun perhatian pada anak tak boleh dilakukan dua hari dalam seminggu saja. Luangkanlah sedikit waktu dalam sehari untuk memonitor perkembangannya, jangan sampai kurangnya perhatian membuatnya menjadi anak yang nakal.

3. Hindari kalimat negatif
Perkataan negatif kerap kali keluar dari mulut orangtua ketika sedang berbicara dengan anak. Terkadang maksud orangtua adalah baik, namun dengan penyampaian yang salah akan membuat anak kehilangan kepercayaan diri, sedih, bahkan marah. Pada saat anak tidak berhasil menjuarai salah satu perlombaan di sekolahnya orangtua tentu merasa kecewa. Tahanlah emosi Anda dengan tidak memarahinya yang akan berdampak stress pada anak. Sebaiknya berikan motivasi dengan nada yang lebih lembut agar ia tak sedih dan berusaha lebih giat untuk menjadi juara di kemudian hari.

4. Menjadi pendengar yang baik
Anak akan bercerita banyak bila Anda dengan senang hati menjadi pendengar yang baik. Menjadi pendengar yang baik juga membuat anak merasa dihargai. Tunjukkan juga rasa antusias Anda untuk mendengarkan cerita mereka sebagai pertanda bahwa Anda tertarik untuk mengetahui banyak hal tentang diri mereka. Ketika anak sedang berbicara, jangan sekali pun berpindah fokus kepada hal yang lain seperti sms atau koran.

5. Puji dan berikan kritik yang membangun
Orangtua yang baik adalah yang tetap ada ketika sang anak mengalami sebuah kegagalan. Memuji anak tak hanya ketika ia berhasil mendapatkan prestasi saja, tetapi juga ketika ia gagal. Hargai jerih payahnya, beri kritik serta bangkitkan semangat dalam dirinya agar mau berusaha lebih baik lagi. Dalam hal memuji juga tak boleh terlalu berlebihan karena anak bisa menjadi sombong karena merasa paling menguasai segalanya.

6. Gunakan bahasa yang dipahami anak
Ketika berkomunikasi dengan anak, gunakanlah bahasa yang sederhana dan dapat dimengerti. Kata-kata yang rumit akan menghambat masuknya pesan yang hendak disampaikan orangtua.

Cara terbaik untuk mengekspresikan perasaan adalah dengan menjalin komunikasi efektif dengan anak sejak anak masih kecil,maka nantinya ketika mereka dewasa ,mereka pun bisa mengekspresikan perasaannya dengan baik.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)