Tips Melatih Kreativitas Bersama Anak

21 Agustus 2015 Artikel Pendidikan   |    Okty Budiati


Kreativitas bukanlah sesuatu yang muncul begitu saja. Meski demikian, setiap anak terlahir sebagai mahluk yang kreatif. Namun apabila anak telah mendapatkan perilaku negatif yang mampu mengikis daya kreativitasnya maka anak akan kehilangan semangat hidupnya dalam menggapai masa depan mereka sendiri.

Apakah hal tersebut menjadi satu alasan kita sebagai orangtua yang dapat disebut sebagai roll model bagi anak-anak kita? Tentu saja tidak.

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan para orangtua bersama anak-anaknya:

1. Melatih Kemandirian Sejak Dini

Jangan biasa memanjakan anak seperti melakukan hal-hal sepele yang harus diladeni oleh orangtua, nenek/kakek, paman/bibi, kakak, dan pekerja rumah tangga. Bantulah anak dalam menyelesaikan pekerjaannya dengan cara bermain sehingga mampu memancing daya kreativitasnya.

2. Budayakan Kebebasan Dalam Berpetualang

Berpetualang merupakan dunia anak dalam memaksimalkan potensi otak. Bebaskan anak saat ingin melakukan petualangannya lalu kita lakukan evaluasi bersama anak dan minta mereka untuk mengajak kita berpetualang bersama di suatu hari.

3. Memuji dan Membangun Pikiran Positif

Pujilah tindakan anak dan jangan pernah mengatakan mereka "bandel/nakal/dsb" bahkan membandingkan perilaku anak plus membedakan anak dengan anak lain misalkan anak bukanlah anak kandung, anak belum mampu mendapatkan hasil yang baik meski si anak sudah melakukannya secara maksimal, karena hal itu akan menimbulkan trauma yang akan berdampak rendah diri. Memuji hasil kerja anak akan melatih kejujuran, rasa tanggung jawab, disiplin maupun semangat tinggi.

Nah, para orangtua tentu masih punya harapan serta keyakinan bahwa seorang anak adalah anugrah bagai mutiara yang perlu dijaga toh? Maka mulailah melatih diri bersama anak Anda dengan melakukan beberapa tips di atas.

Tiada hal yang lebih menyenangkan selain bermain bersama anak-anak. Bagaimana pun, anak-anak akan menjadi pembaca yang kritis akan lingkungan sekitarnya. Mari kita mulai untuk berpikir positif dan hindarilah perilaku yang mampu membangun pikiran negatif karena tentu dampaknya pada sikap anak hanya akan menjadikan mereka sebagai manusia yang dipenuhi oleh rasa takut, malu, dan tekan. Selamat mencoba!

(Tulisan dari Okty Budiati bisa dilihat disini)