Tips Kembangkan Kemampuan Anak Lelaki dalam Belajar



Semua anak adalah anugerah Tuhan, semua anak terlahir istimewa. Setiap anak memiliki kelebihan sejak lahir. Meski tanpa atau dengan kekurangan fisik, kelebihan anak akan tumbuh sempurna jika orangtua mencintai anaknya sepenuh hati. Walaupun berkali-kali patah semangat, keyakinan pada Tuhan akan membuat Anda bangkit kembali, dan doronglah anak Anda untuk mengembangkan setiap potensi dalam dirinya. Di dalam lingkup pendidikan, anak lelaki memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak perempuan. Dalam kelompok, mereka cenderung berisik, gaduh, dan sulit diatur. Banyak juga yang berantakan, tidak teratur, dan tidak bisa duduk dengan tenang.

Menurut penelitian, anak lelaki juga senang ribut sehingga para guru meremehkan kemampuan intelektual dan akademis mereka. Jika anak perempuan terkenal selalu memiliki peringkat baik di kelas, maka anak lelaki justru sebaliknya. Dibandingkan dengan anak-anak perempuan, anak lelaki memang cenderung memiliki peringkat yang lebih rendah, mendapatkan lebih sedikit penghargaan, bahkan lebih sedikit dari mereka yang melanjutkan ke bangku kuliah. Padahal, dalam ekonomi yang berdasarkan pada ilmu pengetahuan seperti sekarang ini, kesuksesan di dalam ruang kelas merupakan hal yang penting bagi masa depan para pemuda dan pemudi.

Berikut beberapa cara untuk mengembalikan semangat anak lelaki agar bisa berprestasi:
1. Banyak istirahat

Saat ini sekolah hanya peduli pada kemampuan akademis dan menekankan siswanya untuk belajar, tapi tidak memberikan mereka waktu istirahat yang cukup. Waktu mereka dihabiskan di dalam ruang kelas, dan setelah pulang ke rumah pun, mereka harus mengerjakan pekerjaan rumah, mengikuti les, dsb. Terkurung terlalu lama di dalam ruang kelas dapat membuat konsentrasi anak-anak semakin berkurang sehingga mereka menjadi lebih gelisah. Uniknya, anak lelaki cenderung lebih terpengaruh dari anak perempuan karena kurangnya waktu istirahat ini. Padahal, istirahat adalah kunci penting agar mereka tetap berprestasi. Jadi, jika anak-anak tidak memiliki peringkat yang baik di kelas, belum tentu hanya karena ia malas belajar, tapi karena lingkungan sekolah yang juga tidak mendukung untuk itu.

2. Masuk ke dalam imajinasi mereka
Untuk meningkatkan kemampuan akademis anak lelaki, maka para guru perlu untuk masuk ke dalam imajinasi mereka. Daripada menggunakan puisi-puisi lama yang membosankan, ada baiknya jika belajar dengan menggunakan hal-hal yang dekat dengan mereka, seperti komik terbaru, video game, pahlawan pembela kebenaran, ataupun kompetisi olahraga yang mereka sukai. Itulah sebabnya para guru juga harus mengetahui apa yang sedang populer di kalangan murid mereka, dan mencoba menggunakannya di dalam ruang kelas.

3. Ajak mereka membaca
Menurut penelitian di Inggris, ada sebuah perbedaan yang cukup besar antara minat baca lelaki dan perempuan. Anak perempuan cenderung membaca lebih banyak dari anak lelaki. Selama bertahun-tahun, kemampuan membaca lelaki bahkan selalu lebih rendah dibandingkan perempuan di berbagai segi usia, etnis, dan negara. Padahal, membaca adalah salah satu hal yang sangat penting untuk kesuksesan akademis dan juga di tempat kerja. Berbeda dengan anak perempuan yang cenderung lebih senang membaca fiksi, majalah, blog, dan puisi, anak lelaki lebih senang membaca komik, non fiksi, dan juga surat kabar. Untuk itulah, penting bagi setiap guru untuk memiliki pengetahuan terbaru mengenai materi bacaan yang akan menarik siswa lelaki mereka. Para anak lelaki juga harus mendapatkan dukungan secara rutin dari lelaki yang menjadi panutan mereka, khususnya dalam hal membaca.

Menurut Dan Kindlon, PhD, pakar dari Harvard School of Public Health, semakin besar anak laki-laki mulai memisahkan diri dari ibunya agar bisa lebih mandiri. Namun, bukan berarti Anda berhenti memperlihatkan rasa cinta Anda. Pilih-pilihlah waktu dengan tepat, seperti dengan memeluknya ringan di depan teman-temannya. Ingat, anak laki-laki perlu mengalami sentuhan kelembutan dari sang ibu meskipun ia mungkin tidak pernah memintanya.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)