Tips Jitu Menemani Anak Saat Belajar dan Bermain

16 Juli 2018 Artikel Pendidikan


Orangtua berperan dominan dalam membantu prestasi akademik anak. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh orangtua untuk memotivasi anak. Sebagai orangtua, memprioritaskan pertumbuhan dan perkembangan anak memang baik untuk memenuhi kebutuhan emosionalnya. Kasih sayang dari orangtua adalah hal yang tidak dapat digantikan oleh siapapun.

Sekalipun anda menggunakan asisten atau babysitter, jangan pernah lupa bahwa tugas mereka hanyalah membantu dan anda tetap memiliki tugas utama sebagai orangtua. Anak yang masih belum genap berusia 10 tahun membutuhkan perhatian dari orang disekitarnya termasuk orangtua. Menemaninya dalam bermain dan belajar sangatlah penting untuk mengajari dan mendidiknya.

Beberapa tips untuk menemani anak dalam belajar dan bermain dengan tepat, yaitu:
1. Jangan memaksa anak untuk terus belajar. Ingat kodrat anak kecil adalah bermain. Berikan ia waktu sejenak untuk bermain atau menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Namun pastikan bahwa ia bermain di lingkungan sekitar rumah saja agar aman dan mudah untuk diawasi.

2. Jangan lupa untuk selalu bertanya apakah ada tugas atau PR dari sekolah yang harus atau sudah ia kerjakan. Tanyakan hal tersebut sebelum dan sesudah pulang sekolah dan jangan lupa untuk mengingatkannya kembali agar ia tidak lupa membawa tugas tersebut saat berangkat ke sekolah. Ini akan menjadi bukti bahwa anda peduli dan perhatian terhadapnya.

3. Selain itu anda juga dapat membuat peraturan untuk mengerjakan tugas atau PR di jam-jam tertentu. Jangan lupa untuk menyisihkan waktu dan menemaninya belajar atau mengerjakan PR. Bantulah ia untuk lebih memahami setiap materi pelajaran yang diberikan di sekolah.

4. Bila ingin menghabiskan waktu di akhir pekan, ajaklah anak berjalan-jalan keluar untuk sekedar refreshing. Jangan lupa bahwa family time harus ditanamkan sejak dini. Menemani anak menghabiskan waktu untuk bermain dan bersenang-senang sangatlah diperlukan untuk tumbuh kembang anak tersebut sehingga ia akan merasa lebih bahagia dan dicintai.

5. Sentuhan fisik adalah kebutuhan emosional bagi anak. Memberikannya pelukan dan belaian lembut penuh kasih sayang sebagai orangtua akan membuatnya menjadi lebih berempati dan menyayangi sesamanya. Lakukan hal ini setiap kali menemaninya belajar maupun bermain.

Sebagai orangtua, jangan lupakan tanggung jawab anda sebagai orangtua. Menyayangi anak dengan penuh cinta kasih adalah salah satu tugas mulia karena anak adalah titipan Tuhan.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)