Tips Atasi Si Kecil yang Suka Menunda

25 April 2019 Artikel Pendidikan


Memasuki usia 3-4 tahun, biasanya si kecil sudah mulai mengembangkan beberapa sikap. Mereka mulai berperilaku sulit diatur, egois, serta mudah marah. Hal tersebut dikemukaan langsung oleh pakar teori perkembangan psikososial E. H. Erikson, psikolog dari Harvard University, AS.

Seiring berjalannya waktu, kemandirian yang ia ciptakan juga bisa menimbulkan si anak untuk mengemukakan beragam alasan untuk menunda bahkan menolak tugas yang harus dilakukan.

Tak perlu khawatir, yang harus Anda lakukan bukan justru semakin memanjakannya, atau memarahinya. Beri mereka pendampingan, tumbuhkan rasa percaya diri hingga mengajari pentingnya disiplin bagi kehidupan si kecil kelak.

Berikut merupakan tips atasi si kecil yang suka menunda tugas yang diberikan:

"Nanti saja mandinya ibu, setelah nonton kartun kesukaan aku"

Kalimat tersebut terkadang sering diucapkan kala ia sedang asyik-asyiknya menonton acara kartun kesukaannya. Selalu ada alasan menolak apa yang Anda minta. Maka dari itu, sikap disiplin perlu sekali diajarkan sejak dini bagi si kecil. Buatlah kesepakatan mengenai jam mandi sore, lamanya menonton, jam bermain, jam gosok gigi, tidur malam dan seterusnya. Terapkan secara konsisten agar menjadi kebiasaan.

Misalkan mereka masih saja menunda, beri toleransi waktu seperti lima menit saja, setelah itu tuntaskan apa yang tadi disuruh oleh Anda.

"Aku tidak bisa!"

Biasanya kalimat penolakan ini disertai tangis atau rengekan si kecil. Terpaksa, mau tidak mau Andalah sebagai orang tua yang mengerjakannya. Seperti diberi tugas untuk mengambil piring di meja makan, meski sudah diberitahu letaknya, ia kerap menolak dan berkata tidak bisa.

Bisa jadi memang ia belum bisa. Lakukan pendampingan dan jangan pernah merasa bosan mengulangi ajaran Anda lagi dan lagi. Tambahkan rasa percaya diri dengan memujinya walau yang ia kerjakan belum betul-betul sempurna.

"Mama saja, nanti aku salah."

Jika Anda pernah merasa memarahi si kecil terhadap apa yang Anda suruh, kemungkinan besar si anak akan merasa takut salah dan tidak mau mencoba. Hal tersebut membuat kepercayaan dirinya menurun. Beri ruang pada anak agar belajar dari kesalahannya dengan menunjukkan bagian yang salah dan apa yang harus dilakukan agar tidak terulang. Selalu beri pujian untuk setiap kemajuan kecil yang sudah ia capai.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)