Tips Agar Si Kecil Tidak Stres dalam Mengerjakan PR

21 November 2014 Artikel Pendidikan


Bagi si kecil, mengerjakan pekerjaan rumah (PR) dari sekolah merupakan kegiatan yang sulit dan perlu motivasi khusus untuk mengerjakannya. Terkadang si kecil merasa malas, bahkan merasa takut untuk melakukan hal tersebut. Orang tua lah yang berperan penting dalam hal ini. Anda harus ekstra sabar dalam membimbing si kecil dan meluangkan waktu untuk membantu menyelesaikan PR si kecil. Dengan meluangkan waktu untuk mendampingi si kecil, maka resiko stres akan PR yang menggunung menjadi berkurang. Berikut adalah tips membantu anak mengerjakan PR -nya agar lebih menyenangkan.

Carilah Tempat Senyaman Mungkin

Tidak melulu harus di kamar dan meja belajar, Anda bisa mengajak si kecil keluar dan mengerjakan PR di taman, balkon rumah, meja santai di sekitar teras rumah. Hal ini akan menjadi kenyamanan tersendiri dan membuat semangat untuk menyelesaikan PR-nya. Dengan catatan keadaan yang kondusif dan tidak memecah konsentrasi si kecil.

Berikan Camilan Ringan

Mulailah dengan memberi camilan ringan bagi si kecil. Perut yang kosong tidak akan fokus untuk berfikir. Pastikan camilan yang diberikan tidak membuat si kecil malah jadi mengantuk dan tidak mengerjakan tugasnya.

Dampingi Selalu Si Kecil

Pastikan untuk selalu menemani si kecil dalam mengerjakan PR-nya. Bantu saat dia merasa kesulitan dengan catatan tidak sepenuhnya mengerjakan semua tugasnya. Berilah ia kesempatan untuk tidak mudah bergantung pada Anda dan bisa mengerjakan tugasnya sendiri. Periksa pekerjaan anak, apabila ada kesalahan jangan mengkritik, tanyakan letak kesulitannya dan jelaskan cara menyelesaikannya. Dan sekali lagi bukan berarti memberi jawaban, melainkan proses mengerjakannya sehingga si anak lebih mengerti dan bisa menyelesaikan sendiri.

Beri Reward

Reward menjadi salah satu semangat si anak untuk menyelesaikan pekerjaannya. Janjikan mereka sesuatu apabila selesai mengerjakan PR dan berhasil melakukannya dengan kemampuannya sendiri. Misalnya janjikan mereka mendapat mainan baru, atau berlibur di akhir pekan dan lain lain. Dengan catatan yaitu tidak terlalu sering memberi reward. Karena si kecil akan beranggapan mengerjakan tugas karena hanya ada hadiahnya dan mengerjakannya dengan pamrih.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)