Tips Agar Anak Pintar Bergaul

11 Juli 2019 Artikel Pendidikan


Seorang ibu tentunya menginginkan si anak memiliki teman banyak dan pandai bersosialisasi. Terkadang ada anak yang masih berusia 4 tahun, tapi dia sudah pandai berbicara dan memiliki banyak teman. Hal tersebut dikarenakan orangtuanya pandai mengasuh dan mendidik si anak. Jika anak Anda kurang percaya diri dan bersikap malu-malu, maka beritahulah dan ajarkanlah dengan baik agar ia mau mengubahnya. Inilah hal yang perlu di perhatikan dalam perkembangan anak.

Biasakan anak tampil di muka umum

Hal ini yang sangat sulit di latih pada anak, meski malu di miliki oleh semua anak bahkan orang dewasa sekalipun. Alangkah baiknya kita melatih pengendalian diri sejak dini, agar tidak terbawa sampai dia dewasa. Mulai dari hal yang sederhana, mengajarkan anak bernyanyi, menari dll. Suruh dia melakukan itu saat keluarga sedang berkumpul, perhatikan dan beri dia pujian setelah dia melakukannya. Latih sesering mungkin, agar dia terbiasa. Bila perlu ikut sertakan anak pada lomba pentas seni, dimana akan banyak orang yang akan menontonya.

Jangan sering mengurung anak dalam rumah

Kebanyakan orang tua selalu khawatir jika anaknya main keluar rumah, tentunya itu wajar tetapi jika selalu di suruh diam di rumah itu tidak baik. Perkembangan anak itu akan terhambat, karena orang yang dia jumpai di rumah hanya sedikit. Biarkan sang anak bermain keluar, bertemu dengan banyak orang yang baru dia kenal biarkan dia berinteraksi sendiri agar dia tidak menjadi pemalu dan pandai mengajak orang lain berbicara.

Sering ajak berinteraksi dengan orang lain

Sebagai orang dewasa kita juga tidak lepas utuk berinteraksi dengan orang lain, ajaklah anak Anda agar tau bagaimana berinteraksi dengan orang lain. Di awal Anda berinteraksi dengan orang lain mungkin anak Anda akan merasa tidak nyaman, tetap gandeng anak agar selalu dekat. Anda dapat berkeliling memberi salam kepada orang-orang yang ada di sekitar, posisi yang dekat dengan orang dewasa membuat anak lebih aman. Tetapi jangan paksa dia untuk menyapa atau menerima salam hanya karena Anda takut menyinggung perasaan orang yang menyapanya.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)