Tidur Siang Tingkatkan Daya Ingat Anak Usia Pra Sekolah

11 Februari 2014 Artikel Pendidikan


Bagi anak usia tiga sampai lima tahun, ketika mulai masuk masa prasekolah, semacam pendidikan anak usia dini terkadang mereka kehilangan jam tidur siangnya. Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa tidur siang sangat penting bagi anak usia pra sekolah.Tidur di siang hari, tak hanya menghilangkan rasa lelah pada anak. Tetapi juga dapat mencegah penghambatan pertumbuhan si kecil.Orang dewasa membutuhkan delapan jam tidur sehari. Anak-anak mestinya lebih lama. Namun, sayang tidak semua anak dibiasakan keluarga tidur siang seperti anak-anak zaman dulu.

Selama tidur siang hormon pertumbuhan atau yang disebut human-Growth Hormone (h-Gh) lebih membanjir dalam darah. Hormon ini yang merangsang pertumbuhan tubuh anak. Maka, anak yang terbiasa tidur siang bertumbuhnya lebih pesat atau lebih tinggi, dibanding anak yang tidak tidur siang.

Hormon pertumbuhan yang sudah dikaruniai sejak anak lahir diproduksi oleh otak. Bekerja sama dengan sistem hormonal tubuh lainnya, khususnya hormon gondok, hormon anak ginjal, tulang, dan otot anak bertumbuh pesat. Hormon pertumbuhan berangsur menurun fungsinya dengan bertambahnya umur anak, dan terhenti setelah mencapai usia pubertas. Maka, anak sudah tidak bertambah jangkung lagi setelah umur 20-an tahun, saat hormon seksnya mulai aktif. Saat itu ujung tulang panjangnya sudah menutup sehingga tidak bertambah panjang lagi.

Dalam penelitian Rebeccca Spencer, seorang profesor psikologi yang memimpin studi riset tidur di Amerika,mengatakan penemuan studinya menunjukkan bahwa tidur siang itu seharusnya didorong bagi anak-anak prasekolah.Jika anak tidak tidur siang, mereka lupa 15 persen dari informasi yang dipelajarinya di pagi hari. Sementara jika mereka tidur siang, mereka ingat 100 persen dari yang dipelajari sebelumnya.Penting untuk disadari bahwa tidur siang itu membantu mencapai tujuan akademis prasekolah.

Spencer mengatakan tidur siang memainkan peranan penting dalam mengkonsolidasi memori dan meningkatkan pembelajaran anak-anak.Jadi alangkah bijaknya bila memberikan anak kesempatan untuk bertumbuh lebih optimal dengan cara sederhana dan murah. Tiada pilihan yang lebih praktis daripada mengajaknya berkebiasaan tidur siang. Tidur siang harus menjadi kebiasaan bagi seluruh anggota keluarga.

Tidur siang tak perlu lama. Cukup satu satu-dua jam asal tidurnya lelap. Bukan lamanya tidur yang menetukan kualitas tidur, melainkan lelap tidaknya sebuah tidur. Tidur satu jam dan lelap lebih berkualitas ketimbang tidur lebih dari satu jam namun tidak lelap.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)