Tes Psikologi untuk Anak Prasekolah, Seberapa Penting?

3 Januari 2014 Artikel Pendidikan


Seringkah si kecil mendapat ajakan untuk menjalani tes psikologi ? Umumnya tes psikologi buat tersebut untuk anak prasekolah. Serangkaian tes psikologis yang diberikan kepada anak prasekolah umumnya digunakan untuk mengukur:

1. Kecerdasan umum (IQ) yang artinya keseluruhan kapasitas yang dimiliki seseorang untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan beradaptasi secara efektif terhadap lingkungan.

2. Koordinasi sensomotorik (kemampuan motorik halus dan kasar) yang nantinya akan berpengaruh pada kemampuan anak untuk mengontrol dirinya, melakukan kegiatan belajar seperti menulis, dan lain-lain.

3. Hubungan sosial (kemampuan anak untuk melakukan interaksi sosial dan penilaian sosial)

4. Persepsi visual (terkait dengan kemampuan anak untuk mengolah input visual)

5. Kematangan emosi (bagaimana seorang anak mampu memberikan respons emosi yang sesuai tuntutan lingkungan)

6. Pemahaman terhadap simbol-simbol

7. Kemampuan wicara (apakah seorang anak sudah memiliki kemampuan bicara yang sesuai dengan usianya atau kurang), nantinya berpengaruh pada kemampuannya menyerap materi belajar di sekolah.

8. Daya ingat

9. Konsentrasi (kemampuana anak untuk memusatkan perhatiannya)

Tes psikologi untuk anak masa pra sekolah, hanya melihat kecenderungan arah minat. Tidak dapat dijadikan acuan 100%, karena di saat usia prasekolah anak masih mudah dipengaruhi mood/suasana hati ataupun lingkungannya. Anak yang masih mudah akan bosan terhadap sesuatu hal.

Orangtua perlu lebih bijaksana dalam menyikapi hasil tes. Sehingga psikolog akan menyarankan pada orangtua untuk lebih banyak mengenalkan pada serangkaian kegiatan dan melakukan eksplorasi. Jika anak terlihat berbakat pada suatu kegiatan, orangtua juga diharapkan memfasilitasi atau memberikan kemudahan akses pada anak untuk mengembangkan minat dan bakatnya tersebut.

Umumnya, hasil tes psikologi yang dilakukan di masa prasekolah ini nantinya akan berubah, karena perkembangan usia, pengalaman, proses belajar, stimulasi yang diberikan lingkungan, masalah emosi, atau masalah sosial.

Menurut Irma Gustiana A,M.Psi,Psi dari LPT UI, tes psikologi sebaiknya ditindaklanjuti. Jangan hanya menjadi pieces of papers saja. Orangtua perlu bijaksana dalam menyikapi hasil tes. Saran-saran yang diberikan oleh psikolog sebaiknya dilakukan untuk pengembangan diri anak.

Dalam keadaan tertentu, psikolog akan meminta orangtua melakukan evaluasi kembali. Umumnya (minimal) 6 bulan setelah assessment terakhir untuk melihat ada tidaknya perubahan pada anak. Hal ini biasanya dilakukan untuk kasus tertentu, misalnya gangguan wicara atau gangguan tumbuh kembang lainnya.

Oleh: Iman S
(dikutip dari berbagai sumber)