Terlalu Sering Melarang Anak Anda Menangis? Ini Dia Bahayanya

29 November 2014 Artikel Pendidikan


Jika Anda sering melarang anak menangis, sebaiknya hal ini harus diperhatikan. Pasalnya anak yang dilarang menangis akan tertahan emosinya dan dapat tumbuh dengan tertekan.

Penelitian membuktikan bahwa dengan menangis, zat-zat kimia yang diproduksi otak anak ketika stres akan menurun. Ine Indriani , psikolog anak mengungkapkan dari hasil pengamatannya, banyak sekali ibu atau orang tua yang melarang anaknya menangis. Melarang anak menangis sebenarnya boleh-boleh saja. Sebelum melarang anak, memang bagusnya pertimbangkan dahulu faktor usia, apa yang membuatnya menangis, dan cara untuk menghentikannya.

Menangis merupakan cara ia berkomunikasi. Lewat tangis bayi mengatakan rasa sakitnya, lapar, haus, tidak nyaman, dan lainnya. Begitu juga dengan anak usia lanjut. Melarang anak yang jatuh dan menangis misalnya, jika kita melarang anak tersebut untuk menangis dengan alasan laki-laki harus kuat, maka si anak sering memendam perasaannya dan berakibat buruk.

Apabila orang tua terus menerus selalu melarang anak saat menangis, terutama pada usia balita, si kecil akan terus menerus menahan emosinya tersebut. Akibatnya, menurut Ine, anak akhirnya tidak dapat mengenali emosinya dan juga membuat mereka jadi merasa tidak dipahami.

Segala sesuatu yang ditahan, maka sifatnya akan tidak baik. Luapkan semua perasaan pada si anak, barulah kemudian kita redakan dengan kesabaran dan penuh kasih sayang. Seiring dengan berjalannya waktu si anak akan mengetahui kapan ia harus menangis, saling memahami dan tumbuh rasa empati yang tinggi.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)