Teriaki Anak Sama dengan Memukulinya?

2 Agustus 2018 Artikel Pendidikan


Pernahkah merasa kesal kemudian meneriaki anak untuk memperbaiki kesalahannya? Apa yang orangtua rasakan setelah melakukannya? Apakah anak menuruti apa yang diteriakkan? Bagaimana reaksi mereka, apakah sukarela atau terpaksa?.

Masalah yang ditimbulkan dari teriakan orang tua kepada anak usia remaja ternyata serupa dengan memukul. Kedua tindakan itu dapat meningkatkan risiko depresi dan perilaku agresif pada remaja.Meneriaki anak remaja ternyata memiliki dampak yang sama dengan memukulinya . kesimpulan itu terungkap lewat sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Pittsburgh dan University of Michigan.Dalam penelitian tersebut disebutkan. Lebih dari itu, meneriaki anak hanya akan membuat persoalan semakin runyam.

Dalam sehari-hari perilaku anak remaja adakalanya tidak seirama dengan keinginan orang tua, karena hal itu terkadang orang tua meneriaki atau mencemooh sang buah hati dengan kata-kta, hal itu di lakukan untuk menghindari memukul anak.

Namun ternyata teriakan, cercaan atau kata-kata kasar lainnya lebih berefek pada anak remaja. Kata-kata yang dilontarkan akan sangat membekas diingatan sang anak. Teriakan seringkali muncul ketika perasaan jengkel, marah, dan kecewa. Namun pada hakikatnya itu semua pengaruh kejiwaan yang harus kita atasi dan sikapi dengan bijaksana dan dewasa.

Nah bagi orang tua, ada baiknya berpikir panjang untuk mengatakan sesuatu terhadap anak remajanya yang dinilai salah atau tidak mematuhi perintah yang diberikan.

Sebagai orang tua dan guru, semoga kita diberi kekuatan oleh Allah di dalam mendidik anak. Kita diberi kesabaran terhadap godaan hati, kejengkelan dan rasa kecewa. Sehingga tidak mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan yang akan berakibat buruk bagi anak kita. Betapa pun anak mempunyai kelemahan, anak pasti memiliki kelebihan. Bangun motivasi anak dan berikan semangat kepadanya.

Semoga bermanfaat.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)