Tanamkan Pemahaman Sanitasi Sejak Dini

15 Desember 2009 Artikel Pendidikan


"Pemahaman mengenai sanitasi sangat penting bagi anak-anak untuk mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat agar kebiasaan tersebut terbawa hingga dewasa baik di lingkungan keluarga dan masyarakat," katanya di Medan, Jumat (12/12).

Suharta menilai, sanitasi yang bersih dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama dalam menurunkan angka penyakit diare dan penyakit lain yang ditularkan melalui air dan lingkungan.

Masalah sanitasi buruk biasanya tertular dari tinja manusia atau binatang, sisa bahan buangan padat, air bahan buangan domestik seperti cucian, air seni, bahan buangan mandi, limbah industri dan bahan buangan pertanian.

Sanitasi memiliki hubungan yang erat dengan air, tanpa ketersediaan air yang mencukupi kondisi sanitasi akan berdampak buruk terutama terhadap kesehatan, sebaliknya dengan kondisi sanitasi yang buruk akan berpengaruh terhadap kualitas sumber air.

"Seperti air permukaan (sungai) dan air tanah dangkal (sumur gali) yang pada akhirnya juga berdampak pada kesehatan masyarakat," katanya.

Berdasarkan penelitian, ditemukan 80 persen penyakit menular bersumber dari pengelolahan sanitasi buruk yang tercemar kuman maupun bakteri penyebab penyakit.

Mencanangkan mengenai sanitasi ini lebih baik difokuskan pada anak-anak usia SD supaya mereka mengetahui pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini.

Anak-anak harus diberi bimbingan mengenai kebersihan. Dengan pemahaman tersebut dapat memutus mata rantai penyebaran kuman dan mencegah mereka dari penyakit, kata Suharta yang juga Ketua Pusat Pendidikan dan Kependudukan Lingkungan Hidup Unimed. ant/rin

Sumber: Republika Online