Strategi yang Dibutuhkan Seorang Guru untuk Mengajar

28 April 2016 Artikel Pendidikan


Mengajar merupakan tugas utama seorang guru. Menyampaikan materi pelajaran kepada anak didik di ruang kelas maupun di luar kelas. Materi pelajaran disampaikan oleh guru melalui strategi dan metode tertentu. Pemilihan dan penggunaan metode pembelajaran disesuaikan dengan banyak hal, seperti; karakter materi pelajaran dan peserta didik, ketersediaan sarana dan prasarana mengajar di sekolah. Yang tidak kalah penting adalah menentukan strategi mengajar, siasat atau trik penyampaian materi pelajaran kepada siswa.

Berikut strategi yang dibutuhkan agar guru tampil mengajar dengan baik:
1. Pragmatis

Pragmatis adalah cara seseorang menyampaikan sesuatu kepada orang lain atau yang mengandung makna bijaksana dan teliti. Menyampaikan materi pelajaran tidak membuat siswa merasa tersinggung atau terhina. Jika terpaksa disampaikan, guru perlu berbasa-basi sebelum menyampaikan materi pelajaran yang mungkin tidak berkenan di hati siswa. Sebagai contoh, dalam ruangan kelas ada siswa yang memiliki kekurangan atau cacat fisik. Oleh sebab itu guru perlu memilih dan memilah kata untuk menyampaikan materi pelajaran agar siswa merasa tidak berkecil hati.

2. Saintis
Guru itu adalah seorang ilmuan di bidangnya. Sebagai ilmuan, guru harus menguasai seluk beluk ilmu dan metodik berkaitan dengan mata pelajaran yang diajarkannya. Ilmuan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sosial budaya yang berkembang. Sebagai seorang saintis, guru tidak boleh ragu-ragu dalam menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik di ruang kelas. Ini menjadi strategi penting untuk dipahami. Guru yang ragu-ragu mengajar, memberi isyarat kepada anak didiknya kalau gurunya kurang menguasai materi yang akan diajarkan. Ini akan menggoyahkan keyakinan anak didiknya tentang materi pelajaran yang diberikan guru. Resikonya adalah berkurang kepercayaan murid terhadap guru.

3. Strategis
Posisi guru adalah posisi strategis dalam pembelajaran di ruang kelas. Oleh sebab itu peran strategis ini memungkinkan seorang guru untuk kreatif menciptakan suasana pembelajaran menyenangkan. Karena suasana pembelajaran yang terkendali dengan baik, akan memperoleh hasil belajar yang maksimal.

4. Humoris
Profesi guru jauh berbeda dengan profesi pelawak. Namun demikian bukan berarti seorang guru dalam mengajar tidak memiliki unsur humor atau lelucon. Selama pembelajaran berlangsung guru dapat menyajikan pelajaran diselingi humor dan lelucon. Tujuannya adalah suntuk membangun suasana belajar siswa tidak terlalu monoton dan kaku.

5. Praktis
Praktis mempunyai makna mudah. Dalam hal ini adalah prinsip kemudahan dalam mengajar sangat diperlukan. Mengajar bagaimana siswa belajar dengan mudah. Menerima materi pelajaran dan mengolahnya dengan mudah. Jika ada cara yang lebih mudah kenapa mesti dicari yang rumit? Prinsip ini sesuai jika diterapkan pada siswa ketika mengajar. Siswa akan melakukan proses belajar yang lebih mudah untuk memahami materi pelajaran.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)