Stop Menunda-Nunda!

19 Maret 2014 Artikel Pendidikan


Anda menderita sindrom "saya akan melakukannya besok" dan ingin terbebas dari kebiasaan yang merugikan itu?

Kita semua pada dasarnya senang berada di zona nyaman. Di pagi hari, kita malas keluar dari kehangatan selimut untuk segera beranjak dari tempat tidur, akhirnya harus terburu-buru melakukan kegiatan berikutnya.

Kadang kita menghabiskan belasan menit ngerumpi pada jam kerja, dan tidak segera memulai pekerjaan, akhirnya harus membawa pekerjaan ke rumah. Kita menunda membayar pajak kendaraan, dan akhirnya harus mengeluarkan uang tambahan sebagai denda. Kita menunda-nunda olah raga hingga berbulan-bulan dan akhirnya kita terkejut ketika berat badan naik beberapa kilogram.

Nah, untuk itu, berikut ada beberapa tips yang mungkin dapat Anda coba:

1. Tuliskan tujuan Anda dan tetapkan tenggat waktu.
Mengapa demikian? Karena tujuan tanpa tenggat waktu dapat ditunda tanpa batas waktu. Tujuan sama seperti mercusuar yang menarik kita untuk mendekat. Tanpanya, kita menghabiskan waktu mengapung di kegelapan, tanpa arah.

2. Bagi tujuan Anda ke dalam tujuan-tujuan yang lebih kecil.
Semakin besar tujuan Anda atau perubahan yang ingin Anda buat, semakin cepat anda letih dan mengalami kebosanan. Jadi jika tujuan Anda terasa terlalu besar, sederhanakan dan bagi ke dalam tujuan-tujuan yang lebih kecil. Mungkin Anda harus menyelesaikan sebuah laporan dengan tenggat 1 bulan. Anda akan membaginya ke dalam beberapa bagian dan berapa jam kerja yang harus Anda alokasikan setiap hari.

3. Visualisasikan apa yang Anda ingin capai.
Bayangkan apa yang ingin Anda wujudkan. Bayangkan diri Anda setelah pencapaian tersebut, apa yang Anda peroleh dan bagaimana perasaan Anda saat itu.

4. Manfaatkan ketakutan.
Ketakutan adalah emosi yang kuat yang dapat membuat kita terpenjara dengan berbagai alasan. Kita tahu bahwa kita tidak dapat melakukan semua hal dengan mudah. Itu pasti. Anda tidak ingin gagal dan itu yang mendasari ketakutan. Jadi tuliskan bagaimana agar Anda berhasil. Ketahui kelemahan, dan lakukan upaya untuk menutupi kelemahan tersebut.

5. Membangun akuntabilitas.
Kita adalah mahluk sosial. Kita perlu dukungan dan mendukung orang lain. Kita memiliki mitra dalam keluarga, tempat kerja dan kehidupan sosial lainnya.

Membangun kepercayaan sangat bermanfaat untuk memperoleh dukungan dari mitra kita. Ketika diri kita lemah, kita memperoleh penguatan dari mitra, sehingga kita dapat meneruskan upaya pencapaian tujuan kita. Bahkan, anjuran mereka juga sangat penting untuk dipertimbangkan ketika kita membuat suatu keputusan.

6. Hargai pencapaian Anda.
Merayakan pencapaian atau suatu kesuksesan merupakan cara menghargai diri sendiri. Ini juga bentuk berbagi kebahagiaan kepada keluarga dan teman-teman Anda. Sepanjang itu cara bersenang-senang yang sehat, pasti pantas untuk di lakukan.

7. Bertindak dengan berani.
Ini kedengarannya seperti membangunkan super-hero yang ada dalam diri Anda. Bertindak berani tidak selalu dibutuhkan untuk melakukan tindakan-tindakan heroik. Sepanjang hidup kita, kita lebih banyak memiliki tugas-tugas kecil ketimbang besar, akan tetapi justru keberhasilan dalam menyelesaikan tugas-tugas kecil itu yang menghantar kita mencapai tujuan yang besar.

Jadi? Masih mau menunda?

Oleh Ariyanti S
Dikutip dari berbagai sumber