Solusi untuk Anak yang Tidak Betah di Rumah

19 Oktober 2014 Artikel Pendidikan


Beberapa anak sangat suka main di rumah temannya hingga lupa waktu. Tidak hanya lupa waktu, seringkali anak menangis saat dibujuk untuk pulang. Beragam cara sudah dilakukan untuk membujuk anak pulang atau tetap tinggal di rumah untuk bermain, tapi rasanya semua cara tidak berhasil. Orang tua tentu akan dibuat bertanya-tanya dan khawatir jika anak tidak betah di rumah. Karena itu, untuk mencari solusi agar anak betah di rumah, orangtua hendaknya mengenali penyebab anak lebih memilih berada di luar rumah. Apa saja penyebab dan solusi yang dapat dilakukan orangtua agar anak betah di rumah? Berikut ini penjelasannya!

1. Kurang komunikasi
Anak-anak yang komunikasinya kurang bagus dengan anggota keluarga lain memiliki kecenderungan untuk selalu bermain di luar rumah. Tidak hanya komunikasi dengan orangtua, komunikasi yang baik dengan adik atau kakak atau anggota keluarga lain yang tinggal di rumah sangat diperlukan agar anak merasa betah di rumah. Komunikasi yang kurang baik dan hubungan yang kurang harmonis membuat anak tidak nyaman berada di rumah atau berada terlalu lama di rumah.

Solusi: Lakukanlah pendekatan pada anak di waktu yang tepat. Anda dapat bertanya pada anak mengapa ia selalu ingin bermain di luar rumah dalam perbincangan santai. Hindari memarahi apalagi menyudutkan anak. Jika ia menjawab, salah seorang anggota keluarga adalah sumber ketidaknyamanannya, sediakan waktu khusus bagi seluruh anggota keluarga untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan bersama-sama agar dapat lebih saling memahami.

2. Tidak ada kegiatan yang diminati
Ketiadaan kegiatan atau hobi yang diminati membuat waktu anak tidak berkualitas sehingga ia mudah merasa bosan berada di rumah dan anak tidak betah di rumah.

Solusi: Orangtua harus jeli dan seksama melihat dan mengarahkan bakat atau minat anak. Kalau anak terlihat berminat pada sepakbola misalnya, fasilitasi anak untuk dengan membelikan bola yang bisa ia mainkan di halaman rumah. Kegiatan yang terorientasi seperti ini sangat bermanfaat mengasah perkembangan anak selain juga membuatnya semakin betah di rumah.

3. Karakter anak mendukung
Beberapa anak memang memiliki karakter yang menjadikannya lebih senang berada di luar rumah. Misalnya anak-anak dengan kecerdasan kinestetik, umumnya mereka tidak bisa berdiam diri di rumah karena mereka menyukai kegiatan di lapangan luas. Jadi seolah seperti ingin selalu main di luar.

Solusi: Pilihkan kegiatan yang bermanfaat untuk mengatasi kelebihan anak yang satu itu. Anda dapat mendaftarkannya di klub olahraga atau kegiatan ekstrakurikuler di sekolah agar kegiatannya di luar rumah lebih terarah Jangan sampai karena orang tua tidak peka dengan hal ini, yang terjadi setap hari adalah pertengkaran dengan anak.

4. Terlalu banyak aturan
Terlalu banyak aturan yang diterapkan orangtua di rumah akan membuat anak seperti di penjara. Ketika anak merasa apapun yang ia lakukan salah dan Anda terus memarahinya, saat itulah ia makin ingin lepas dari sangkar.

Solusi: Buatlah aturan yang tegas namun tidak mengekang. Berikan aturan aturan yang jelas pada anak dan jelaskan pula alasan atau tujuan Anda menerapkan aturan itu dengan bijaksana. Libatkan juga opini anak dalam membuat peraturan agar ia merasa terlibat dan bertanggung jawab pada ucapannya.

5. Tidak ada teman
Anak yang tidak memiliki teman di rumah cenderung lebih mudah tergoda untuk bermain bersama. Apalagi jika di sekitar lingkungan rumah memang banyak terdapat anak-anak yang sebaya dengannya, hal itu akan membuatnya bertambah ingin keluar rumah dan bermain.

Solusi: Melarang anak ke luar rumah jelas bukan pilihan bijak dalam mengatasi anak tidak betah di rumah. Sebaiknya berikan aturan atau batasan yang jelas, misalnya berapa lama anak boleh bermain. Anda juga dapat memberikan syarat seperti mengerjakan PR sebelum bermain.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)