Soal Makan, Atur Uang, Sampai Beli Buku

16 Agustus 2010 Artikel Pendidikan


JAKARTA - Banyak kendala kerap ditemui pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studinya ke luar negeri. Beberapa hal yang semestinya perlu difokuskan antara lain proses persiapan keberangkatan, yaitu pemilihan sekolah yang tepat, pengurusan pendaftaran sekolah, serta pengurusan keberangkatan.

Perlu benar-benar mengidentifikasi sekolah tujuannya serta jurusan yang diminatinya, ujar Ketua Ikatan Konsultan Pendidikan Internasional Indonesia (IKPII) Harianto di Jakarta, Sabtu (14/8/2010).

Harianto menambahkan, cara sederhana mengidentifikasinya adalah dengan menggali talenta dan hobi untuk membantunya memilih jurusan. Dia mengatakan, setelah menentukan jurusan yang dikehendaki, sasaran berikutnya adalah mencari sekolah yang tepat.

"Setiap sekolah pasti memiliki keunggulan dan kelemahan di tiap jurusannya dan setelah tahu berada di negara mana, barulah kita ketahui bujet untuk direncanakan, apakah murah atau mahal, ungkap Harianto.

Selain itu, mental anak juga harus dipersiapkan. Kita tidak bisa memaksa kemampuan anak, jangan sampai kuliah baru berjalan satu semester kemudian semua nilainya failed, ujar Harianto.

Menurutnya, persiapan mental tidak kalah penting, mengingat budaya di Indonesia berbeda dengan di luar negeri. Di sini (Indonesia), kata Harianto, pelajar masih belum terlihat tinggi tanggung jawab dan kemandiriannya dibandingkan pelajar di luar negeri atau negara tujuan studi.

Biasanya kami berikan arahan-arahan tentang gaya hidup yang mandiri dan disiplin, yang juga dikaitkan dengan strategi mengelola keuangan yang baik, serta menajemen waktu yang bijak, tambah Harianto.

Sebagai sebuah pembekalan, lanjut Harianto, IKPII kerap memberikan pendampingan pada pelajar yang bersiap menempuh studi ke luar negeri. Biasanya, pendampingan berlangsung selama satu bulan.

"Kami bantu mereka cara mereka mencari tempat makan, membeli buku, naik kendaraan. Nanti, jika sudah mandiri, biasanya kita lepas bimbingannya, tutur Harianto.

Dia menambahkan, sebelum berangkat ke luar negeri pun pelajar harus dibekali informasi sebanyak-banyaknya tentang negara yang dituju. Hal itu untuk menghindari siswa mengalami culture shocked.

Tidak mungkin ke negara lain kita tidak mengetahui apa-apa, lanjut Harianto.

Dia mengungkapkan, setiap tahun pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studinya ke luar negeri meningkat sebesar 20 persen. Perkembangan itu harus dibarengi dengan kesadaran tinggi dan kesiapan banyak pihak, termasuk orang tua siswa, untuk lebih memerhatikan bekal persiapan bagi anak-anaknya.

Sumber: edukasi.kompas.com