Siswa Harus Diajari Cara Berpikir Logika

3 Juli 2009 Artikel Pendidikan


MEDAN-MI: Siswa harus diajarkan cara berfikir logika, karena hal ini bukan hanya berguna dalam menjawab soal-soal ujian yang membutuhkan daya nalar, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed), Prof. Syawal Gultom, MPd, di Medan, Kamis (2/7), mengatakan, "Dewasa ini banyak guru yang kurang menerapkan pola belajar berpikir logika maupun penalaran kepada siswanya. Misalnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yang diajarkan lebih banyak teks di buku, akibatnya siswa kesulitan dalam menangkap intisari
dari soal- soal yang berbentuk wacana."

Inilah salah satu sebab dalam dua tahun belakangan ini nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia pada ujian nasional lebih rendah dari mata pelajaran lainnya, bahkan dari Matematika yang selama ini dinilai lebih sulit.

Oleh karena itu, tambah dia, diharapkan kepada para guru terutama pengajar Bahasa Indonesia untuk lebih meningkatkan pengajaran kepada siswa mengenai penalaran dan kemampuan berpikir logika dalam memahami teks maupun wacana yang memang diperlukan pemahaman serta penalaran yang tinggi untuk mengambil kesimpulan mengenai isi cerita teks tersebut.

"Jadi, peningkatan latihan berfikir dan berlogika pada siswa harus lebih dikembangkan. Jangan hanya berdasarkan teks buku saja. Guru juga dituntut untuk mencari wacana yang berkembang, baik itu tentang politik, demokrasi, teknologi, maupun tentang sains terbaru," ujarnya. (Ant/OL-04)

Sumber: Media Indonesia