Simak Manfaat di Balik Melamun pada Anak

25 September 2016 Artikel Pendidikan


Tidak hanya orang dewasa saja, rupanya kegiatan melamun juga bisa dialami oleh anak kecil. Biasanya anak kecil mulai asyik melamun ketika sedang bermain sendiri, ketika hendak makan, sebelum tidur, maupun menonton TV.

Secara psikologis, melamun pada anakdidefinisikan sebagai kondisi ketika pikiran anak terputus sementara dari lingkungannya, atau ketika kontak antara dirinya dan lingkungannya menjadi kabur, digantikan oleh khayalan visual dan dialami dalam kondisi terjaga.

Lalu, apakah melamun pada anak bisa dikatakan normal? Adakah manfaat di balik kegiatan melamun? Yuk simak ulasan berikut ini.

Melamun Itu Normal

Sang anak yang sedang melamun, khayalan visual mereka akan terbang kemana-mana sama halnya seperti orang dewasa. Ada berbagai macam hal yang tentu bisa dibayangkan oleh si kecil. Mulai dari sesuatu yang menyenangkan, sedih, takut, atau sesuatu di masa lalu hingga harapan dan ambisi anak.

Para psikolog sepakat bahwa melamun merupakan aktivitas normal dalam perkembangan anak. Aktivitas ini juga merupakan cara bagi anak untuk mengatasi rasa bosan dan lelah, mencari jalan keluar masalah (problem solving), membayangkan sebuah kejadian, atau merangsang kreativitasnya.

Melamun Membuat Otak Lebih Tajam

Meski melamun lebih sering dianggap negatif karena tidak produktif, namun jangan salah, melamun juga dapat membuat otak lebih tajam lho. Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Wisconsin-Madison, AS, menyebutkan melamun berhubungan dengan kecerdasan.

Daniel Levinson, merupakan seorang peneliti yang menangani hal ini mengatakan bahwa anak yang pikirannya sering melayang saat melakukan tugas-tugas sederhana ternyata memiliki otak lebih tajam, karena ia memiliki lebih banyak memori kerja di otak sehingga memberinya kemampuan untuk multi tasking atau melakukan dua hal pada waktu bersamaan.

Nah, kini Anda tidak perlu merasa cemas lagi bila mendapati si kecil sedang melamun. Bisa jadi itu merupakan waktu kreatif yang baik untuk perkembangan si kecil.

Oleh: Faqih F

(Dikutip dari berbagai sumber)