Simak Macam Macam Parenting Style, Termasuk yang Manakah Anda?

2 September 2016 Artikel Pendidikan


Dalam merawat anak, setiap orang tentu memiliki caranya sendiri. Ada yang lemah lembut, perfeksionis dan aktif, hingga ada pula yang santai. Namun, meski bermacam-macam ragam merawat anak, tentu orangtua menginginkan anaknya tumbuh menjadi anak yang baik dan sopan.

Mengenai parenting style, beberapa orangtua pastinya berbeda dalam merawat dan membesarkan buah hatinya. Lalu, apa saja sih macam-macam parenting style, dan termasuk yang manakah Anda dalam mengasuh si buah hati? Yuk simak ulasannya berikut ini.

1. Bunda yang Mudah Cemas

Setiap orangtua tentu menginginkan hal yang terbaik untuk anaknya. Apalagi tentang keselamatan si buah hati. Orangtua dengan model asuh seperti ini seringkali mudah cemas akan keselamatan si kecil sehingga sebisa mungkin meminimalkan kemungkinan ia terluka, misalnya dengan mengamankan barang-barang berbahaya yang mudah dijamah anak. Meski sudah diatur sedemikian rupa, Anda masih juga khawatir, akan ada hal lain yang mungkin terjadi, sehingga Anda senantiasa selalu berada di dekat si kecil.

Dalam model asuh seperti ini, tentu ada sisi positif dan juga negatifnya. Sisi positifnya, Anda jadi orang nomor satu yang selalu tahu, bahkan dapat mencegah sebelum sesuatu yang buruk terjadi pada bayi. Namun di sisi lain, secara tidak sadar Anda justru bisa merujuk pada sifat over-protectivedi mana akan berdampak buruk pada perkembangan si kecil.

2. Gaya Asuh si Perfeksionis

Orangtua selalu aktif dan kritis mencari tahu cara mengasuh si kecil (bahkan sejak masih hamil), serta semaksimal mungkin mengusahakannya, demi bisa memberikan yang terbaik. Dalam benak Bunda, setiap hari mengupayakan agar si kecil dapat bersih, bahagia, dan selalu berusaha menjadi ibu yang sempurna.

Pada model asuh seperti ini, mengupayakan yang terbaik untuk anak adalah baik dan sudah semestinya Bunda memeroleh apresiasi! Namun, Anda juga musti memberikan ruang dan mengizinkan diri sendiri untuk mencoba, gagal, mencoba lagi, dan belajar menerima kesalahan tersebut secara lapang, sehingga tidak berlarut-larut menyalahkan diri.Dan yang harus diingat, si kecil tentu tidak ingin tumbuh sebagai pribadi yang arogan dan selalu bersikap sempurna tanpa mengesampingkan perbedaan dan kondisi seseorang.

3. Orangtua yang Teratur

Pada gaya asuh ini, si Bunda telah mencatat beberapa jadwal yang tersusun rapi mengenai kegiatan sehari-hari yang dibutuhkan si kecil. Mulai dari jadwal makan, tidur siang, menjemur bayi, dan mengganti popok sesuai waktunya. Sehingga si bayi dengan tepat waktu kebutuhannya terpenuhi oleh bunda.

Membuat jadwal rutin memang baik, dan tentu akan mendisiplinkan anak kedepannya. Namun begitu, Joanne Mallon, penulis buku Toddler: An Instruction Manual, mengatakan terlalu ketat dan kaku mengikuti jadwal rutinitas berpotensi menyebabkan Bunda jadi tertekan dan stres ketika suatu kali tidak bisa memenuhi jadwal harian.

Oleh: Faqih F

(Dikutip dari berbagai sumber)