Si Kecil Tidak Suka Matematika? Perhatikan Penyebabnya!

26 November 2016 Artikel Pendidikan


Apa yang terlintas di benak Anda jika mendengar kata "matematika"? ya, mata pelajaran yang satu ini memang banyak menjadi momok sebagian orang terutama untuk si kecil. Bagi sebagian anak, mungkin matematika dibilang sulit karena harus mengafal rumus, pengoperasiannya yang rumit hingga cara penyelesaiannya yang susah.

Tak jarang anak kerap membenci pelajaran ini dan berpengaruh dengan nilainya. Oleh karena itu agar anak kita tidak mengalami hal yang telah disebutkan di atas maka kita sebagai orang tua harus mulai mengenalkan konsep dasar tentang matematika sejak anak usia kecil. Buat anak menjadi suka dengan kegiatan menghitung baik itu menjumlah, mengurangi, membagi dengan menggunakan benda-benda yang ada di sekitarnya.

Apa saja sih penyebabnya?

Bahasa guru yang sulit dicerna oleh anak

Penyampaian saat pembelajaran memang sangat berpengaruh kepada murid-murid. Apalagi dengan anak-anak yang masih kecil. Oleh karena itu para guru harus benar-benar memahami karakteristik para siswa didiknya. Setiap anak memiliki daya tangkap yang berbeda-beda, maka dari itu sampaikanlah materi yang mudah dan tepat dan mudah dipahami.

Penyajian tidak menarik

Pembelajaran yang monoton dan tidak bervariasi juga akan membuat anak tidak fokus dan mudah bosan. Penjelasan dari guru yang terlalu teoritis akan membuat anak sulit untuk membayangkan sehingga anak akan menjadi bingung.

Gunakan pendekatan dan analogi kegiatan sehari-hari hingga anak akan paham konsep dasar matematika, Nah kalau sudah paham, maka bisa jadi anak akan menjadi tertarik dan bersemangat karena ingin menyelesaikan persoalan yang diberikan oleh guru.

Kurangnya penguasaan materi pelajaran matematika oleh guru

Sebagai seorang guru, sudah seharusnya mampu menjawab dan menguasai materi pelajaran yang akan disampaikan. Jika saja guru tidak bisa menjawab atau menjawab seadanya, pasti siswa akan kecewa dan kepercayaannya kepada intelektualitas sang guru menjadi berkurang. Kalau sudah demikian siswa akan "menyepelekan" guru, dan payahnya bisa-bisa memicu ketidaksukaannya pada pelajaran matematika.

Oleh: Faqih F

(Dikutip dari berbagai sumber)