Si Kecil Tidak Mandiri Saat ke Sekolah? Berikut Tipsnya

16 Juli 2019 Artikel Pendidikan


Si kecil kini sudah beranjak usia didik. Saat-saat yang sangat ditunggu-tunggu si kecil bersosialisasi serta menempuh pendidikan dimulai. Saat pertama kali pergi bersekolah pastinya Anda menemani dan menuntun si kecil agar mampu beradaptasi serta belajar dengan benar.

Hari demi hari, si kecil akan menemukan hal baru serta kemandirian ia pun seharusnya meningkat. Namun, tak jarang justru si kecil malah minta diantar terus setiap berangkat sekolah bahkan harus ditunggu hingga bel pulang berbunyi. Dalam hal ini, dukungan emosional untuk meningkatkan kemandirian bersekolah perlu diberikan.

Ajak anak mengenal sekolah

Sebelum masuk ke sekolah yang dituju, persiapankan anak jauh-jauh hari dengan mengajaknya berkunjung ke sekolah. Perkenalan dengan ibu guru dan teman-teman akan membuatnya terbiasa berada di lingkungan lain selain rumah.

Tidak terburu-buru berangkat sekolah

Usahakan berangkat ke sekolah tidak terburu-buru atau terlambat, sehingga anak punya waktu bermain dulu di sekolah.

Berangkat bersama dengan teman sebaya

Berangkat ke sekolah bersama teman sebayanya merupakan cara efektif untuk menumbuhkan kemandirian si kecil untuk pergi ke sekolah. Namun, sesuaikan juga dengan usianya. Pengawasan perlu dilakukan mengingat bahaya tidak ada yang tahu kapan terjadi. Tidak semata-mata Anda lepas begitu saja, temani ia dan teman sebayanya berangkat bersama ke sekolah.

Lepaskan anak secara bertahap

Jika si kecil masih ‘nempel’ terus dengan Anda, lepaskan secara bertahap, sehingga anak tidak akan merasa diabaikan oleh Anda. Buat kesepakatan dengan guru bagaimana orang tua agar tidak mengganggu proses belajar si kecil dan beritahu ia bahwa lingkungan barunya bukan merupakan suatu ancaman bagi si kecil. Usahakan agar anak mau berbaur dengan yang lain.

Karena bagaimanapun menunggu anak prasekolah seperti itu dapat memberi dampak negatif bagi perkembangan jiwa dan sosial pada anak. Hal tersebut dapat menjadikan anak tergantung kepada orang lain, menjadi manja dan tidak mandiri. Bahkan karena anak merasa setiap saat ada yang melindungi membuat anak menjadi susah diatur dan mau menang sendiri.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)