Sering Ditakut-Takuti! Anak Jadi Penakut dan Pembangkang

20 Mei 2014 Artikel Pendidikan


Anda ingin memiliki anak yang pemberani sekaligus penurut orangtua? Ini sangat tergantung pada pola asuh Anda. Jika Anda selalu mendidik anak dengan cara menakut-nakuti dengan hal tertentu maka anak akan tumbuh menjadi pribadi penakut dan pembangkang. Lalu, bagaimana pola asuh yang tepat bagi anak?

Sebagai orangtua Anda pasti menyadari tidak mudah mendidik anak terutama tentang kedisiplinan. Mulai dari disiplin makan hingga belajar. Hal-hal inilah yang membuat orangtua melakukan berbagai cara. Salah satunya dengan menakut-nakuti anak agar mereka patuh.

Menurut Henny E.Wirawan, M.Hum, Dosen Psikologi dari Universitas Tarumanegara Jakarta, menakuti anak agar ia mau melakukan sesuatu merupakan hal yang tidak baik. Sering menakut-nakuti anak itu sebenarnya tidak baik, karena mendidik anak pun harus dengan cara yang tepat,tidak dengan menakut-nakutinya.

Memang ada anak yang menjadi sangat penurut. Namun lama kelamaan jika dia terus menerus selalu ditakut-takuti, si anak bisa saja menjadi pembantah dan lama-lama ia akan melawan karena ucapan orangtuanya dianggap berbohong dan tidak terbukti. Jika orangtua melakukan hal ini terus menerus pada anak akan menimbulkan efek. Pertama, si anak jadi tidak percaya pada ucapan orangtuanya. Kedua, si anak menjadi pribadi pengecut.

Dalam mendidik anak, peran dan perilaku orangtua sangat penting. Biasakan agar orangtua selalu mendampingi apa yang sedang dilakukan oleh si kecil, disiplinkan waktu dan jam-jam main mereka agar di kemudian hari mereka menjadi seorang yang disiplin. Para orangtua harus lebih konsisten terhadap apa yang telah disepakati dengan anaknya. Jangan sampai anak merasa dibohongi misalnya janjinya jika sudah tidur siang boleh main tetapi sang ibu tidak menepatinya. Itu akan menimbulkan persepsi anak bahwa orangtuanya berbohong. Hal tersebut berdampak anak tidak percaya lagi dengan orangtuanya.

Orangtua harus konsekuen dengan apa yang dikatakan dengan apa yang dilakukan. Dalam hal ini orangtua harus membuat jadwal yang jelas. Kapan anak harus makan, tidur siang, mandi, dan harus belajar. Namun jadwal tersebut harus diberlakukan setiap hari, jangan sampai tidak konsisten di hari sabtu dan Minggu. Jadi anak pun dengan sendirinya akan mengikuti pola yang baik seperti yang diajarkan oleh orangtua ungkapnya.

Nah, jika anak berhasil tertib dan konsekuen dengan jadwal yang dibuat orangtua, orangtua harus memberikan pujian dan semangat bagi si buah hati agar mereka dengan senang hati melakukan hal tersebut.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)