Artikel Pendidikan
8 Februari 2011

Seni Mengelola Kelas

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

Bu Evi yang baik, saya adalah seorang guru di salah satu SDIT Kota Bogor. Di kelas saya, hanya ada lima orang siswa, dua putra dan tiga putri. Setiap kegiatan belajar mengajar dimulai, saya harus mencari murid satu persatu untuk masuk kelas. Bagaimana cara yang efektif Bu, agar siswa saya disiplin dan mau belajar tanpa harus saya kejar-kejar? Terimakasih Ibu..

Puspita, Bogor.

Jawaban:

Wa'alaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh,

Ibu Puspita, terimakasih atas pertanyaannya. Saya doakan, semoga Ibu selalu sabar, menghadapi siswa-siswi ibu. Meskipun hanya lima orang tapi membutuhkan energi yang cukup besar ya, sehingga Ibu harus kejar-kejaran dengan siswanya.

Ibu, mengajar dan mendidik adalah seni mengubah perilaku siswa menjadi cerdas dan baik. Oleh karena itu mengajar di kelas besar maupun kecil sama saja. Tidak tepat juga bila ada yang mengatakan mengajar di kelas besar lebih sulit dibandingkan mengajar di kelas kecil. Kelas Ibu contoh konkritnya. Saya juga punya teman yang mengajar hanya dua orang siswa bahkan. Saat satu siswa tidak termotivasi, siswa lainnya ikutan tidak termotivasi juga. Tetapi, jika kita tahu seninya, baik mengajar di kelas besar maupun kelas kecil akan terasa sama mudahnya.

Sebenarnya dalam mengelola sebuah kelas, yang terpenting adalah keterampilan manajemen kelas. Sebaiknya Ibu Puspita membuat peraturan dan prosedur dulu ketika hari pertama masuk sekolah. Misalnya peraturan masuk kelas. Nah, prosedurnya (cara) masuk kelas harus Ibu sampaikan pula. Mengenai prosedur kelas, Ibu bisa juga mengajak siswa untuk membuatnya bersama. Namun jika saat ini pembelajaran sudah berlangsung dan Ibu belum membuat kedua hal tersebut, tidak masalah. Sampaikanlah kedua hal tersebut pada hari Senin, sebelum memulai pembelajaran. Dapat juga hal tersebut Ibu sampaikan di akhir pekan, sehingga pada hari Senin berikutnya prosedur dan peraturan tersebut sudah dapat diterapkan. Jangan lupa, tentukan pula reward (hadiah) dan punishment (hukuman). Namun, perlu diingat bahwa reward dan punishment hanya diberikan setelah semua pendekatan tidak efektif.

Lalu bagaimana dengan pengelolaan kelas kecil seperti kelas Ibu? Setelah disosialisasikan peraturan dan prosedurnya, maka langkah kedua adalah membuat organisasi kelas dengan memberi tanggungjawab pada kelima anak tersebut dengan masing-masing tugas yang berbeda.

Cara efektif agar siswa menjadi disiplin adalah dengan menanamkan kesadaran terlebih dahulu. Sebab, jika aturan kelas hanya disampaikan tanpa membangun kesadaran terlebih dahulu maka sulit disiplin kelas terbentuk. Tentu saja perlu diperhatikan pendekatan komunikasi pada anak-anak tersebut. Berikanlah pesan-pesan yang membangun kesadaran dengan 'menyentuh' hati dan pikiran mereka. Sehingga siswa merasa membutuhkan disiplin tersebut. Mereka tahu manfaat disipin dan akibatnya, jika melanggar displin.

Oh ya bu, agar semua peraturan dan prosedur, bisa berjalan efektif dan siswa menjadi disiplin yang terpenting adalah dengan memberi teladan. Tentu saja teladan tersebut datang dari orang dewasa, dalam hal ini dicontohkan oleh guru sebagai role model. Insyaallah pendekatan-pendekatan yang ibu berikan dapat menyelesaikan masalah kelas ibu. Tetap semangat ya bu, sukses selalu. Semoga Ibu Puspita selalu dirahmati Allah swt.

Konsultasi diasuh oleh:

Evi Afifah Hurriyati, M.Si
Trainer Pendidikan & Kepala Program Sekolah Guru Ekselensia Indonesia LPI Dompet Dhuafa Republika

Email: pendidikan@rol.republika.co.id

Sumber: republika.co.id

Artikel Pendidikan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Lowongan Iklan Baris