Sekolah Mahal Belum Tentu Terbaik

10 April 2018 Artikel Pendidikan


Bermutu tidaknya suatu institusi pendidikan, tidak bisa diukur dari mahal-tidaknya institusi tersebut. Sayangnya, pandangan itu sudah menjadi keyakinan yang terpatri kuat didalam benak masyarakat seiring dengan mahalnya biaya pendidikan.

Sebagai orangtua, mencarikan sekolah terbaik sudah pasti Anda lakukan. Ingin memiliki anak yang cerdas, para orangtua biasanya memasukkan anaknya ke sekolah berstandar internasional. Namun harap diingat, sekolah terbaik belum tentu mahal. Tahun ajaran baru akan menjelang dalam waktu dekat. Bagi para orangtua yang memiliki anak, tentunya sudah mulai memikirkan kemana si buah hati akan disekolahkan. Dalam proses pemilihan sekolah anda perlu melakukan hal-hal sebagai berikut.

1. Survei dan survei
Lakukan kunjungan langsung ke sekolah yang dituju. Jika ada open house, jangan ragu untuk datang.

2. Cari tahu konsep atau metodenya
Sebaiknya, metode pengajaran menekankan pada bagaimana belajar, bagaimana berperilaku, bagaimana berpikir, danbagaimana untuk mengeksplorasi. Hal ini sangat penting untuk fase perkembangan anak.

3. Cek sarana dan prasarana
Perhatikan baik-baik kondisi fisik bangunan keseluruhan, ruang kelas, toilet, kantin, fasilitas bermain dan lain lain. Jangan sampai ada suatu kondisi yang bisa mengancam anak.

4. Lihat profesionalisme pengajarnya
Biasanya, pihak sekolah menugaskan pengajar untuk berkomunikasi dengan orangtua murid yang mencari informasi. Dengan mengobrol bersama pengajar , amati cara mereka melayani pertanyaan Anda dan cari tahu latar belakang pendidikan guru di sekolah tersebut. Dari apa yang mereka sampaikan, Anda dapat mengukur secara umum tingkat kemampuan pengajar.

5. Amati rasio guru dan murid
Untuk pre-school dan Taman Kanak-kanak (TK), rasio idealnya adalah 1 guru mengawasi maksimal 10 anak. Sedangkan untuk tingkat SD rasio idealnya adalah 1 guru maksimal untuk 20 anak. Jika jumlah murid yang diawasi terlalu banyak, konsentrasi guru akan terpecah dalam memperhatikan setiap anak.

6. Say Nountuk gengsi
Jangan memilih sekolah yang jauh dan mengorbankan anak sehingga kelelahan di jalan, hanya demi mengejar gengsi karena reputasi sebuah sekolah. Carilah sekolah yang cukup baik dengan waktu tempuh yang terjangkau dari rumah.

Menurut Dr Arif Rahman MPd, Kepala Pengembangan Pendidikan Lab School dan Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO menyarankan juga hal-hal berikut ini:

* Sekolah yang terlihat kebersihan dan keindahannya.
Hal ini bisa mewakili bermacam hal, antara lain kedisiplinan, pandangan tentang arti kebersihan dan kesehatan, kerja sama menciptakan hal-hal yang baik dan sebagainya.

* Sekolah yang tertib.
Hal ini menyangkut 3 hal, yakni keteraturan program (materi pelajaran, ekstra kurikuler, dan aktivitas lainnya), teratur secara fisik bangunan, dan teratur dilihat dari struktur hierarki sekolah (mulai dari jenjang Kepala Sekolah hingga guru dan petugas lain).

* Sekolah yang memilki kultur baik.
Hal itu terlihat dari atmosfer individu di dalamnya yang akrab, penuh semangat, bersungguh-sungguh, dan bebas mengekspresikan diri.

Pilihan ada di tangan Anda. Yang pasti adalah hak anak untuk mendapatkan pendidikan terbaik bagi dirinya. Yang terbaik belum tentu yang termahal. Selamat memilih!

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)