Seberapa Pentingkah Jam Istirahat di Sekolah?

31 Oktober 2017 Artikel Pendidikan


Jam istirahat yang dalam bahasa Inggris disebut dengan school recess atau school break ini merupakan istilah umum untuk menyebut periode waktu tertentu di mana para siswa berhenti sejenak dari tugas-tugasnya. Pengadaan jam istirahat seperti ini dicetuskan pertama kali oleh Amos Bronson Alcott, seorang pendidik berkebangsaan Amerika kelahiran tahun 1799, yang menginginkan para muridnya memiliki waktu untuk permainan fisik yang aktif dan waktu untuk mengobrol.

Dr. Endang Soelistiyowati, M.Pd mengatakan, jam istirahat sekolah memiliki fungsi menurunkan ketegangan otot-otot dan mengurangi rasa bosan sehingga siswa bisa segar kembali dan siap menerima pelajaran selanjutnya. Pada waktu istirahat yang ditentukan, para siswa bisa memanfaatkannya untuk mengembalikan kepenatan yang dirasakan saat menyerap pelajaran-pelajaran sebelumnya.

Waktu istirahat yang berkonotasi sebagai waktu bermain adalah penting bagi perkembangan anak, tidak hanya kemampuan fisik, namun juga kemampuan intelektual, sosial dan moral. Dr. Endang juga memaparkan bahwa umumnya sekolah memberikan jeda sekitar 15 menit untuk setiap 3 x 45 menit pelajaran berlangsung. Semasa jeda tersebut, para siswa diperkenankan keluar kelas untuk makan, minum atau beraktifitas non-pelajaran sejenak. Bagi siswa biasanya memanfaatkan jeda waktu ini untuk bermain dan mengobrol bersama teman-temannya.

Edward L. Thorndike, seorang psikolog Amerika yang menyebutkan bahwa proses belajar mengajar juga akan mengalami kesulitan jika pembelajar tidak siap, karena siswa merasa terpaksa melakukan sesuatu yang tidak diinginkannya. Jadi, jika para siswa telah selesai makan dan minum serta tidak ada kegiatan lainnya selama waktu istirahat yang lebih dari 15 menit, maka siswa cenderung akan memilih permainan yang menguras energi tetapi menyenangkan baginya. Ketika jam istirahat (yang lebih dari 15 menit) itu berakhir, padahal siswa belum ingin mengakhiri permainan serunya, maka muncullah keengganan untuk menerima pelajaran karena pikiran yang masih fokus pada permainan tadi. Lebih baik waktu istirahat dipecah menjadi 2 kali, yang masing-masing berdurasi 15 menit.

Berikut beberapa tips dalam memanfaatkan jam istirahat:

* Bagi para pendidik, doronglah anak didik melakukan kegiatan atau permainan yang melibatkan banyak anak, dengan membaginya dalam beberapa kelompok kecil. Pilih permainan fisik sederhana yang dipahami semua anak dan yang tidak menekankan ‘perolehan angka’ semata. Penelitian membuktikan bahwa permainan fisik seperti ini akan mengurangi jumlah anak obesitas.

* Tekankan pada anak bahwa jam istirahat sebaiknya dimanfaatkan untuk pergi ke toilet, mencuci tangan, atau makan/minum. Diharapkan anak akan mampu melepaskan beban pelajaran sejenak sekaligus mengendurkan otot tangan, kaki dan badan serta otak dan lebih siap menerima pelajaran selanjutnya.

* Bekali anak dengan makanan/minuman secukupnya agar tidak haus dan lapar di sekolah. Sebaiknya bawakan bekal praktis yang tidak merepotkan.

* Bila masih ada waktu luang, sarankan anak mengunjungi perpustakaan sekolah atau lab komputer (jika memungkinkan).

Nah, ternyata waktu istirahat menyimpan banyak manfaat. Tinggal bagaimana sekolah menerapkan aturan yang tepat dan orang tua mengarahkan kegiatan yang positif bagi anak.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)