Seberapa Penting Pendidikan Finansial untuk Anak?

12 Februari 2018 Artikel Pendidikan


Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya. Pepatah lama tersebut memang masih tetap berlaku hingga kini dan sangat ampuh di terapkan untuk anak kita. Karena biar bagaimanapun jika anak ingin pintar harus rajin belajar, sedangkan untuk mengatasi permasalahan finansial harus terampil mengelola uang salah satunya dengan berhemat karena sekaya apapun jika kita boros pasti akan cepat habis kekayaan yang kita miliki.

Tak ada orang tua yang tak ingin melihat anaknya sukses dalam kehidupan finansial. Untuk itu sebagai orang tua sudah sepatutnya memberikan contoh dan mengajarkan anak tentang pentingnya finansial dan menabung sedini mungkin.

Nilai yang harus diajarkan pertama kali adalah bagaimana untuk menabung, membuat uang tersebut menjadi tumbuh dan bertambah serta bagaimana membelanjakan uang tersebut dengan bijak.Salah satu metode orang tua untuk merangsang semangat anak menabung dan disiplin adalah memberikan hadiah atau bonus kepada mereka.

Berbagai macam cara yang dapat digunakan oleh orang tua untuk mendidik tentang bagaimana mengatur keuangan. Sebenarnya pendidikan tersebut dapat diajarkan sedini mungkin. Misalnya pada saat anak menginjak usia tiga tahun, pada usia tersebut mereka sudah bisa mulai dikenalkan dengan uang sebagai alat tukar untuk mendapatkan benda lainnya. Cara memperkenalkannya adalah dengan mengajarkan mereka konsep jual-beli. Misalnya, dengan mengajak mereka ke supermarket atau pasar tradisioal tempat orang melakukan transaksi. Biarkan mereka melihat dan memahami tentang apa itu jual beli.

Setelah Anak memasuki usia sekolah, barulah mulai kita kenalkan bagaimana cara mengelola uang sekaligus menyisihkan sebagian uang jajannya untuk tabungan. Orang tua bisa memberikan mereka uang saku rutin, entah harian, mingguan atau bulanan. Biarkan mereka mengatur keuangan sendiri, dan jika telah habis sebelum waktunya jangan berikan uang tambahan. Ini untuk mendidik tanggung jawab menggunakan uang. Memang akan menjadi dilema kondisi seperti ini, di satu sisi kita kasihan melihat Si Kecil yang hendak mendapatkan sesuatu tetapi di sisi lain kita harus mengajarkan konsekuensi atas perbuatan yang dia lakukan. Kita harus berani mengambil sikap agar kelak mereka dapat mandiri.

Ketika menginjak usia remaja, ajak anak untuk berpikir bahwa uang yang dimilikinya bisa digunakan untuk sesuatu yang memberikan keuntungan tentunya dengan cara-cara yang halal dan tidak melanggar hukum misalnya adalah konsep dasar bisnis. Dengan begitu, wawasan mereka bisa lebih terbuka mengenai dunia bisnis. Jika sudah demikian tinggal terserah mereka apakah nanti akan menjadi business man atau tidak. Paling tidak mereka mempunyai pilihan untuk masa depannya kelak dan pastinya mempunyai perhitungan finansial yang cermat.

Begitu banyak manfaat yang akan didapat dengan mengajarkan anak tentang finansial. Jadi tidak ada salahnya meluangkan sedikit waktu untuk mengajarkan mereka. Karena pendidikan tersebut akan sangat bermanfaat ketika mereka dewasa.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)