Sampaikan Ini kepada Anak Sebelum Anda Berangkat Kerja

24 Oktober 2016 Artikel Pendidikan   |    Kak Zepe


Perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat. Hal ini juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di banyak tempat. Harga-harga kebutuhan kian meningkat. Banyak orang tua harus bekerja keras demi mencukupi kebutuhan rumah tangga.

Banyak orang tua, baik ayah maupun ibu, harus meninggalkan rumah untuk mencari nafkah. Merek terkadang harus meninggalkan rumah seharian. Orang tua kadang kurang menyadari akan pentingnya pendampingan orang tua bagi anak. Kasih sayang dan perhatian yang seharusnya menjadi hak anak, tidak didapatkan. Apakah Anda salah satu orang tua tersebut? Bila keadaan memaksa Anda meninggalkan rumah untuk bekerja, sebaiknya lakukan tips-tips dari Kak Zepe di bawah ini kepada anak.

1. Atur jadwal meluangkan waktu bagi anak

Sesibuk-sibuknya orang tua, anak tetap membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua. Minimal 1 jam dalam sehari, Anda perlu meluangkan waktu bagi anak, sekedar mendengarkan cerita dari anak, keluhan mereka, dan siap membantu anak bila anak membutuhkan bantuan.

2. Kualitas kebersamaan dengan anak

Bila Anda hanya memiliki waktu sebentar dengan anak dalam sehari, berikanlah kualitas yang baik saat Anda bersama dengan anak. Jangan biarkan Anda terlihat acuh tak acuh di hadapan anak dan tidak peduli dengan kebutuhan anak yang ingin didengarkan, dibelai, dan diperhatikan. Jangan sibuk memainkan handphone, menonton TV, atau malah sibuk bepergian sendiri bersama teman. Luangkan waktu bermain bersama, bercanda bersama, berolahraga bersama, dan buatlah anak Anda merasa bahagia di tengah kebersamaan dengan Anda. Jangan lewatkan waktu Sabtu dan Minggu sebagai waktu yang istimewa bagi anak. Ajaklah anak berwisata ke tempat yang spesial, atau membelikan anak sesuatu yang spesial sehingga ia tetap merasakan bahwa Anda begitu peduli dan sayang pada buah hati Anda.

3. Jangan abaikan keluhan anak dan pahami kebutuhan anak

Anak-anak yang sering ditinggal orang tua mereka, biasanya akan sering mengeluh atau pun bersikap manja. Jangan abaikan keluhan mereka. Anda perlu mendengarkan segala keluhan mereka. Bila keluhan mereka berupa harapan, tetaplah dengarkan. Anda tidak harus selalu mengabulkan permintaan mereka. Karena terkadang mereka hanya membutuhkan perhatian Anda. Hal yang lebih penting adalah pahami kebutuhan mereka. Misalnya, mereka kesulitan saat memahami pelajaran Matematika, sebaiknya segera pertimbangkan untuk mengajari anak atau mencarikan guru les.

4. Meluangkan waktu berkomunikasi

Jangan lewatkan saat-saat kebersamaan untuk berbagi dan berkomunikasi, misalnya mengambil waktu saat makan malam, jalan pagi bersama, atau saat anak sedang sibuk bermain Anda bisa mendekatinya serta mengajak bicara sambil menemani anak bermain. Jangan biarkan anak terlalu sering datang kepada Anda, namun Anda perlu berusaha untuk lebih sering datang kepada anak.

5. Jangan biarkan anak bersikap tertutup

Perjuangan Anda dalam menjaga kedekatan dengan anak akan terlihat dari sikap keterbukaan anak pada Anda. Bila anak sudah mulai tertutup dan kurang bisa bersikap jujur apa adanya, Anda perlu introspeksi diri. Setelah itu Anda perlu berjuang kembali, agar anak bisa dekat kembali dengan Anda. Dengan kata lain, Anda harus lebih aktif mengajak anak berbicara.

6. Perhatikan nada bicara

Anak-anak adalah pribadi yang sangat sensitif. Maka berusahalah untuk menggunakan kata-kata yang baik dalam berkomunikasi dengan anak. Perhatikan pula nada bicara anda. Anak-anak bisa menjadi "down" saat orang tua menanggapi pertanyaan anak dengan nada yang kurang menyenangkan atau pun terlihat ogah-ogahan.

7. Memberikan pengertian kepada anak tentang pekerjaan Anda

Anak-anak kadang kurang memahami akan kesibukan orang tuanya. Terkadang anak juga suka membanding-bandingkan orang tuanya dengan orang tua temannya. Maka jelaskanlah alasan Anda sering meninggalkan rumah, yaitu untuk bekerja. Jelaskan kepada anak tentang pekerjaan Anda, mengapa Anda butuh bekerja, apa yang terjadi bila Anda tidak bekerja, dan lain-lain. Besarkan pula hati anak agar mereka bisa menerima keadaan. Dan yang tidak kalah penting adalah Anda perlu membuat kesepakatan dengan anak tentang kapan Anda bisa menemani anak, kapan Anda akan mengajak anak liburan, kapan Anda akan meluangkan waktu menelpon anak dari tempat Anda bekerja, dan lainnya. Pastikan anak memahami bahwa apa yang Anda lakukan demi kebaikannya dan keluarga.

Sebagai orang tua, Anda pun perlu memahami pribadi anak dan perkembangan kepribadian anak. Dengan memahami kepribadian anak, anda akan semakin tau bagaimana Anda harus memperlakukan atau mendidik buah hati Anda. Jangan biarkan anak merasa sendiri atau kesepian di rumah karena Anda terlalu sibuk bekerja. Jangan pula memperlihatkan wajah lelah Anda kepada anak, walaupun Anda baru saja bekerja keras. Tetaplah perlihatkan bahwa Anda bahagia dan selalu rindu bertemu dengan anak Anda. Bila Anda terlalu memasrahkan anak kepada pembantu rumah tangga, jalinlah komunikasi yang baik dengan pembantu rumah tangga Anda. Karena terkadang mereka lebih memahami buah hati Anda, daripada Anda sendiri.

(Penulis adalah Praktisi Pendidikan dan Pencipta Lagu Anak dalam aplikasi gratis" Lagu Anak Kak Zepe Vol 1 dan 2)