Remaja Senang Menjadi Sorotan

9 Maret 2010 Artikel Pendidikan


Eksistensi diri pada remaja bisa dimunculkan dari berbagai cara. Salah satunya menjadi sorotan atau spotlight di kalangan sebaya mereka. Menurut psikolog remaja Roslina Verauli, menjadi sorotan adalah kebutuhan atas eksistensi dirinya.

Remaja memang memiliki kesadaran atas diri sendiri yang tinggi. Mereka cenderung merasa orang lain mengamati dirinya. Karenanya, menjadi sosok yang terlihat atau menonjol di antara teman sebaya menjadi kebutuhan yang alami.

Cara remaja memunculkan dirinya bisa beragam, dan ini sangat terkait dengan minat mereka. Pada akhirnya kebutuhan eksis ini menjadi proses bagi remaja untuk menemukan konsep diri dan mengasah potensi.

Jika ternyata anak remaja Anda sedang gandrung dengan artis idolanya, seperti menempel poster di kamar, mendengarkan lagu tak kenal waktu, mengikuti konser musisi idola, dan bergabung bersama komunitas fans idola, jangan khawatir dulu dengan aktivitasnya. Bisa jadi ini menjadi cara mereka memenuhi kebutuhan eksistensi diri untuk menonjol di kalangannya.

Menurut Vera, bergabung dalam komunitas dan mengidolakan sosok seperti musisi bisa membantu remaja menemukan konsep dirinya.

"Dampak positifnya adalah mereka meniru sosok idola, melatih dirinya, menjadi tahu apa respons orang terhadapnya. Ini akan membentuk konsep diri yang positif," papar Vera, saat konferensi pers Pond's Teens Concert 2010 di Usmar Ismail Hall, Jakarta, Kamis (4/2/2010).

Komunitas juga menjadi wadah positif bagi remaja, karena mereka memiliki tempat bergaul untuk membangun pertemanan dengan visi-misi bersama.

"Remaja akan menggali dirinya melalui komunitas dan menjadi ajang untuk mengembangkan dirinya," papar Vera.

Tentu saja arahan dari orangtua tetap dibutuhkan remaja untuk menemukan tempat bergaul yang tepat dan membangun eksistensi diri positif.

Penulis: C1-10/Editor: din

Sumber: Kompas.Com