Pilihlah Tontonan TV yang Aman untuk Anak Anda

23 Februari 2014 Artikel Pendidikan


Begitu banyak tayangan televisi yang dapat mempengaruhi perkembangan mental pada anak. Anak-anak bagaikan spons kering yang sangat cepat menyerap cairan di sekitarnya. Kira-kira seperti itulah kondisi anak-anak masa kini. Ada banyak tontonan, berita dan informasi di sekitar mereka. Jika orang tua tidak bisa memilah-milah informasi yang diserap, hal ini bisa jadi berbahaya untuk anak-anak.

Sudah jadi rahasia umum bahwa dunia TV Indonesia banyak menuai kritik. Banyak acara televisi dianggap tidak mendidik dan bisa merusak pikiran anak. Terlebih lagi, acara-acara itu sering ditayangkan malam hari, ketika ada waktu untuk menonton televisi. Maka Anda sebagai orang tua harus cerdas dan bijak memilih tayangan televisi yang tepat untuk anak.

1. Tetapkan Tayangan dan Jam Nonton TV

Jika Anda sudah punya jadwal tayangan TV yang cocok untuk anak, tetapkan jadwal itu. Buat peraturan tegas, jangan sampai anak menonton di luar jam dan acara yang ditentukan. Kalaupun ingin menonton tayangan lain, kembalilah ke poin 1. Semua ini dilakukan untuk kebaikan anak-anak Anda.

2. Ikut Menonton TV Bersama Anak

Untuk mengetahui acara TV mana yang bagus untuk ditonton anak, mana yang tidak itu adalah keputusan Anda. Maka selalu dampingi anak setiap kali dia menonton TV. Jika apa yang Anda tonton tidak baik untuknya, Anda bisa mengganti channel atau menghentikan kegiatan menonton televisi.

3. Hindari Menonton TV Menjelang Tidur

Hindari juga menonton TV di waktu menjelang tidur. Hal ini diperlukan agar anak punya jam tidur yang teratur dan tidak merengek jika acara yang ditonton belum selesai. Biasakan hal ini, karena makin malam tayangan TV, biasanya diisi dengan acara yang ditujukan untuk penonton yang lebih dewasa.

4. Jangan Terlalu Sering Nonton TV

Menonton TV terlalu sering tidak baik. Masih banyak media informasi dan hiburan lain yang lebih bermanfaat. Misalnya membaca buku bersama, saling bercerita tentang apa yang terjadi hari itu (tentang teman-temannya di sekolah barangkali), atau kegiatan apapun yang lebih mengasah kreativitas anak.

Semoga tips ini berguna untuk keluarga Anda.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari berbagai sumber)