Perlunya Mengenal Ciri-Ciri Anak Cerdas Secara Spiritual

7 Januari 2016 Artikel Pendidikan


Kecerdasan spiritual (SQ) sering dianggap sebagai kecerdasan tertinggi dari kecerdasan lain seperti kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ). Memiliki kecerdasan spiritual (SQ) berarti Anda berusaha menjadi orang dengan tingkat yang lebih baik. Hal ini dikarenakan orang yang memiliki kecerdasan spiritual (SQ) adalah orang yang telah mampu mengerti makna kehidupan. Namun di masyarakat, cerdas spiritual lebih sering diartikan dengan rajin beribadah, rajin sembahyang, dan hal-hal yang berhubungan dengan agama. Padahal, kecerdasan spiritual itu adalah kemampuan seseorang untuk memberi makna dalam kehidupan.

Berbudi pekerti baik pada dasarnya sudah melekat pada manusia sejak ia masih kecil. Hanya lingkunganlah yang membuatnya menjadi jahat seperti yang tidak kita inginkan. Misalnya saja adalah ketika di sekolah, temannya kelupaan membawa pensil. Maka dengan sigap dia akan meminjamkan pensilnya kepada temannya tersebut tanpa banyak pertimbangan. Perilaku seperti ini biasanya tidak datang secara tiba-tiba, tapi sudah menjadi karakter si anak. Jadi, proses pembentukannya sudah dilakukan sejak kecil, bahkan sejak maih dalam kandungan.

Berikut ciri-ciri anak cerdas secara spiritual yang perlu Anda kenali:
1. Senang berbuat baik dan suka menolong

Orang yang baik akan disayang Tuhan. Nah, salah satu kebiasaan yang terlihat dari anak yang cerdas secara spiritual adalah senang berbuat baik dan suka menolong. Cara terbaik untuk menumbuhkan sifat yang seperti ini adalah dengan cara "modelling" yang artinya memberikan contoh atau teladan yang diberikan oleh orang tuanya. Orang tua yang sering memberikan contoh perilaku suka menolong dan berbuat baik, akan direkam oleh anak sehingga anak pun akan ikut melakukan perilaku tersebut.

2. Memiliki selera humor yang baik
Setiap anak yang memiliki selera humor yang baik, selain cerdas secara bahasa, ternyata juga memiliki kecerdasan spiritual yang baik. Hal ini terkait dengan kemampuannya untuk berpikir positif dan menghindari hal-hal yang negatif. Rasa humor yang muncul bisa muncul ketika seorang anak berpikir secara positif. Dia akan lebih banyak tertawa dibandingkan dengan bersedih hati. Hal ini menunjukkan bahwa anak tersebut memiliki kecerdasan spiritual yang baik.

3. Menemukan jalan hidupnya
Menemukan jalan hidup berarti mampu memahami jati dirinya sebagai manusia. Ada pepatah yang mengatakan bahwa "Barangsiapa yang kenal Tuhannya, pasti dia akan kenal dirinya". Kata-kata tersebut bermakna ketika seseorang telah mengenal siapa Tuhannya sehingga ia akan memahami jati dirinya. Lebih jauh lagi, dia akan memahami tujuan hidupnya di dunia ini sebagai apa. Nah, anak-anak yang mampu memahami konsep ini, berarti si anak sudah cerdas secara spiritual. Dalam tahap perkembangan manusia, menemukan jati diri ini harus dimulai sejak masih anak-anak.

4. Percaya pada Tuhan dan nilai-nilai keagamaan
Tugas orang tua adalah mengarahkan anaknya sesuai dengan nilai-nilai keagamaan dan percaya pada Tuhan. Entah beragama Islam, Nasrani, Hindu, Budha atau agama lainnya. Setiap orang tua berkewajiban untuk mengarahkan anaknya pada satu agama. Jangan sampai anak tidak percaya pada Tuhan atau biasa disebut dengan Atheis. Nah, anak yang sudah percaya kepada nilai-nilai keagamaan dan percaya kepada Tuhan, berarti anak tersebut memiliki kecerdasan spiritual yang baik.

5. Memahami bahwa bekerja adalah amal dan ibadah kepada Tuhan
Anak yang dapat memahami bahwa setiap pekerjaannya yang telah dilakukannya termasuk amal ibadah kepada Tuhan, dialah anak yang cerdas secara spiritual. Akan tetapi tentu saja untuk menanamkan pemahaman anak akan hal tersebut tidaklah mudah. Karena anak masih dalam tahap berpikir konkret yang artinya harus disertai wujud nyata.

Kalau ada anak Anda yang memiliki ciri-ciri di atas, itu artinya bahwa anak Anda memiliki kecerdasan spiritual yang baik. Sebagai orang tua, dukung terus ciri-ciri anak cerdas spiritual ini. Semoga bermanfaat.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)