Perbedaan Guru Negeri dan Swasta

13 Mei 2015 Artikel Pendidikan


Mungkin banyak diantara kita belum tahu apa bedanya antara guru dari sekolah negeri dengan guru dari sekolah swasta. Perbedaan ini perlu diketahui oleh calon - calon guru yang hendak mencalonkan diri menjadi guru diantara kedua lembaga tersebut.

Tentu kita tahu bahwa sebagian besar guru sekolah negeri merupakan pegawai negeri sipil (PNS), sedangkan sebagian besar guru sekolah swasta adalah pegawai yayasan atau lembaga swasta. Namun, perbedaan besarnya terletak pada tunjangan profesi.

Sertifikasi guru swasta yang diterima selama ini hanya Rp 1,5 juta. Besaran tunjangan yang diterima ini jauh beda dengan guru negeri yang lebih besar dari itu. Menurut Sekretaris Panitia Sertifikasi Guru Rayon 13 UNS Solo, perbedaan ini disebabkan karena guru swasta belum memiliki aturan tentang jenjang karier golongan maupun kepangkatan.

Bagi seorang guru yang mengikuti sertifikasi harus mempunyai kriteria masa kerja minimal empat tahun, sudah menyelesaikan jenjang pendidikan Strata 1 (S-1) atau Diploma (D-4). Sedangkan bagi guru yang belum meraih S-1, tapi masa kerja mencapai 20 tahun, atau guru berusia 50 tahun, dan atau mencapai jenjang kepangkatan IV-A, bisa mengikuti sertifikasi.

Di sisi lain, adapun perbedaan guru sekolah negeri dengan sekolah swasta terkait kualitas guru. Di sekolah swasta yang bonafit, guru lebih dikontrol kualitasnya dengan berbagai program yang diadakan yayasan demi menjaga kualitas sekolah tersebut dan kepercayaan dari orang tua murid, sehingga hasilnya pun sangat memuaskan.

Sedangkan Guru di PNS (sekolah Negeri), sudah terjebak oleh kalimat "pahlawan tanpa pamrih", sehingga akibatnya posisi guru di masyarakat, bahkan di kalangan pejabat terasa terpinggirkan dan tersisihkan. Beberapa guru jadi kurang optimal dalam mengajar di kelas.

Bila kita meyakini bahwa pendidikan merupakan salah salah satu cara untuk mewujudkan kesejahteraan bangsa Indonesia, maka kualitas guru harus diperbaiki. Dengan kesejahteraan guru baik swasta maupun PNS, guru akan merasa bermartabat dan akan menjalankan tugas profesionalnya dalam mendidik anak bangsa dengan baik. Dengan demikian harapannya mutu pendidikan Indonesia pun meningkat sejajar dengan negara-negara maju, semoga.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)