Pentingnya Sebuah Komitmen

1 Maret 2014 Artikel Pendidikan


Sebagai seorang manusia biasa, kebanyakan dari kita tentu memiliki target dan tujuan yang telah kita buat. Dan tentunya dalam kehidupan ini, kita selalu berusaha untuk menggapai target dan tujuan tersebut. Namun yang seringkali menjadi permasalahan setiap individu adalah kemampuan untuk menjaga semangat dalam mencapai target tersebut tetap menyala. Atau biasanya disebut dengan komitmen.

Adanya rencana sangat menentukan apa yang akan kita lakukan dan berapa waktu yang kita butuhkan sehingga tak ada lagi waktu yang terbuang. Hidup ini jika tak ada rencana itu mustahil. Tapi sama saja jika sudah mempunyai sejuta rencana tanpa ada komitmen dari diri kita sendiri. Kita tak akan tau apa yang akan terjadi di masa yang akan datang dan hanya bisa belajar dari masa sebelumnya, untuk menghadapi masa yang akan datang itu kita harus mempunyai sebuah komitmen dari diri kita, sebuah komitmen yang bisa membangun perkembangan ilmu kita. Sebuah komitmen yang bisa menjamin masa depan kita karena semuanya tak akan berubah jika kita tidak merubahnya sendiri, sekecil apapun perubahan yang kita buat akan menjadi hal besar yang memuaskan di masa yang akan datang.

Lalu apa yang harus kita lakukan agar tetap bisa menjaga komitmen terbut? Misalnya saat menjadi mahasiswa, kita harus membuat target yang memang harus memaksa kita untuk mencapai hal tersebut. Ini artinya, kita bertindak karena adanya paksaan bukan atas kesadaran diri kita sendiri. Karena kita masih dalam proses pembelajaran. Salah satu contoh paksaan dalam menjaga komitmen misalnya jika IPK seorang mahasiswa turun, maka beasiswa yang dia terima akan dihentikan, padahal orang tersebut berasal dari mahasiswa yang ekonomi keluarganya tergolong tidak mampu.

Tentu saja mahasiswa tersebut akan berusaha untuk menjaga komitmennya untuk mencapai IPK tertentu. Lalu bagaimana jika semua kebutuhan mahasiswa tersebut terpenuhi dengan mudah, melihat faktanya bahwa kebanyakan mahasiswa sekarang berasal dari keluarga yang mapan dari segi ekonomi, apalagi dikebanyakan universitas ternama. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri, mahasiswa tersebut tidak perlu banyak berkeluh kesah kepada orang tuanya sehingga jika ada masalah si mahasiswa tersebut harus mendapatkannya dengan usahanya sendiri. Kalau dikatakan mahasiswa sekarang banyak yang manja, kelihatannya hal tersebut tidak terlalu berlebihan. Karena ketika diberi sedikit masalah saja sudah banyak mengeluh dan mengadu ke orang lain untuk meminta bantuan.

Dan salah satu cara untuk menjaga komitmen adalah dengan tidak terlalu banyak mengeluh. Setidaknya dengan membuat daftar target, kita akan terus melihatnya secara terus menerus dengan harapan agar nantinya hal tersebut cepat tercapai. Tentu dengan harapan tersebut akan muncullah sebuah komitmen bahwa kita akan menyelesaikan hal tersebut.

Oleh Ariyanti S
(Dikutip dari berbagai sumber)