Pentingnya Mengetahui Karakteristik Anak Usia Dini

10 April 2019 Artikel Pendidikan


Tingkah dan karakteristik anak usia dini terkadang sulit untuk dipahami dan dimengerti oleh orang sekitarnya. Bahkan kondisi tersebut seringkali membuat Anda sebagai orangtuanya merasa kesal dan salah kaprah. Dalam hal ini Anda sebagai orangtuanya harus lebih peka untuk memahami setiap karakter tersebut dalam tahap perkembangannya. Pemahaman yang utuh akan berguna untuk mengarahkan si kecil untuk meraih potensi maksimalnya. Kepekaan dan pemahaman yang tepat akan berguna dalam membangun potensi diri yang bersifat positif dalam diri anak.

Pola asuh dalam keluarga akan mempengaruhi dalam segala aspek perkembangan anak usia dini. Di sisi lain, pola asuh akan menentukan kecerdasan anak serta kemampuan interaksi sosialnya. Anak usia dini dalam rentang usia yang berbeda tentunya membutuhkan perlakuan serta pola asuh yang berbeda pula. Pada dasarnya anak usia dini memiliki sisi pribadi yang unik dan menarik bagi setiap orang disekitarnya. Tingkah polanya yang begitu unik akan menambah suasana keceriaan di dalam keluarga. Meskipun terkadang sikap tersebut membuat Anda kesal.

Berikut gambaran karateristik anak usia dini:
1. Memiliki karakter unik

Karakter setiap anak tentunya berbeda-beda dan memiliki ciri khas masing-masing. Meskipun sebenarnya memiliki pola perkembangan yang sama tapi setiap anak memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Hal ini tentunya berasal dari faktor genetic serta lingkungan. Dalam hal ini Anda sebagai orangtuanya harus menerapkan pendekatan secara individual.

2. Memiliki rasa ingin tahu tinggi
Rasa ingin tahu anak usia dini terbilang cukup tinggi. Si kecil cenderung memiliki rasa ingin tahu terhadap berbagi hal baru yang ada di sekitarnya. Secara umum si kecil lebih suka bereksplor akan hal-hal yang baru ditemuinya. Ketika si kecil sudah mampu berbicara, biasanya akan memunculkan banyak pertanyaan sederhana yang terkadang membingungkan Anda sebagai orangtuanya.

3. Waktu yang tepat untuk belajar
Pada usia dini merupakan usia yang paling baik untuk belajar. Dengan kata lain anak usia dini lebih sering disebut dengan istilah golden age. Nah, dalam rentang usia tersebut anak mengalami masa pertumbuhan yang pesat dalam segala aspek. Dalam hal ini Anda perlu memberikan stimulasi atau rangsangan untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya.

4. Daya imajinasi tinggi
Imajinasi dan fantasi adalah salah satu kemampuan dalam membentuk tanggapan baru. Imajinasi merupakan kemampuan anak untuk menciptakan objek tanpa didukung fakta secara nyata. Biasanya anak usia dini lebih suka membayangkan berbagai hal yang melampaui batas nalar. Mereka cenderung lebih suka hal-hal yang bersifat imajinatif.

5. Sikap egosentris
Anak pada usia dini cenderung lebih egosentris dalam memandang segala hal. Si kecil lebih cenderung melihat segala sesuatunya dari sudut pandang sendiri dan cenderung mengabaikan sudut pandang orang lain.

Dengan memahami karakteristik-karakteristik umum yang dimiliki oleh anak, tentunya orangtua tidak akan salah lagi dalam menangani anak. Orang tua jangan terlalu banyak melarang dan mengekang anak untuk berekspresi karena dengan merusak atau mengotori sesuatu. Akan tetapi orang tua bertugas untuk mengarahkan dan menggali semua potensi pada anak usia dini sehingga nantinya potensi mereka dapat berkmbang secara maksimal.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)