Pentingnya Mengenalkan Warna Sejak Dini

16 Oktober 2013 Artikel Pendidikan


Tidak mudah memang mendidik anak apalagi yang masih bayi, Anda bisa mulai mengenalkan hal-hal yang tidak sulit untuk diterima oleh seorang bayi. Anda dapat memperkenalkan berbagai warna kepadanya. Sepertinya mengajarkan anak soal warna adalah hal yang sederhana. Memang sederhana namun aktivitas ini sangat penting dan manfaatnya sangat besar. John Hendrick Pestalozzi, salah satu pakar pendidikan dari jerman mengenalkan warna kepada anak di bawah tiga tahun adalah pembelajaran dasar ikhwal AVM atau Auditory, Visual dan Memory yang berhubungan langsung dengan perkembangan intelektual anak.

Hasil penelitan menunjukkan, perkembangan intelektual anak 74% diperoleh dari visual, 12% pendengaran dan sisanya dari hal lain. Hasil penelitian ini baik untuk dijadikan pegangan oleh orang tua dalam mengedukasi batita sampai balita.

Saat bercengkrama dengan sang buah hati, orang tua biasanya melengkapi hiasan tempat tidur bayi dengan alat-alat permainan warna warni. Biasanya dilengkapi juga dengan bunyi-bunyian untuk menarik perhatian bayi.

Saat ada bunyi gemerincing di kanan lalu pindah ke kiri, orang tua (dapat mengetahui) berfungsi tidaknya pendengaran anak. Saat ia melihat bentuk mainan dengan warna-warna mencolok, memorinya akan merekam warna dan bentuk. Disarankan memilih benda-benda berwarna primer dahulu seperti merah, biru dan kuning. Dikenalkan satu persatu lantas kombinasi dua warna sampai akhirnya tiga warna. Pengenalan-pengenalan ini akan terekam dalam memori si anak.

Setelah itu, orang tua yang telaten akan memadukannya dengan interaksi sosial dengan lingkungan saat ia berusia 1 sampai 2 tahun. Dapat ditanyakan pada anak warna sepatunya, warna dinding kamarnya, warna buah-buahan dan sebagainya. Cara ini dilakukan agar anak dapat mengingat warna dan juga untuk melatih berbicara.

Sambil bermain, disarankan juga anak dibiasakan mewarnai benda-benda yang diketahuinya. Jangan halangi anak mewarnai benda-benda sesuai imajinasinya. Misal ia mewarnai genting dengan warna hijau sebagai ketidak laziman. Biarkan ia bebas menentukan warna yang dipilihnya sebagai pembelajaran pola berpikir aternatif. Orang tua perlu menemani anak untuk sharing dengan anak tentang pilihan warna ini. Ajak juga mereka mencampur berbagai warna saat mewarnai. Merah campur biru, putih campur kuning dan lain sebagainya. Hasilnya tentu akan mengasyikkan sang anak dan melatih pola berpikir kreatifnya.

Dari semua kegiatan itu, sang anak intens berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Kemampuan imajinatif dan artistik anak akan terus ter-asah termasuk apresiasinya pada tata letak, warna dan ruang. Semua ini baik bagi perkembangan intelektualnya.

Dari semua kegiatan itu, sang anak akan intens berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Kemampuan imajinatif dan artistik anak akan terus terasah termasuk apresiasinya pada tata letak, warna dan ruang. Semua ini baik bagi perkembangan intelektualnya. Ini merupakan bagian dari susunan IQ terutama pada bagian special ability atau pemahamannya pada ruang. Ia selalu ingin tahu dan tergerak untuk mendalami ilmu pengetahuan sebagai modalnya di masa depan.

Kenalkan warna pada anak anda sejak dini karena pentingnya mengenalkan warna pada bayi adalah agar bayi bisa tumbuh dan berkembang dengan baik saat mereka dewasa nanti.

(Dikutip dari berbagai sumber)