Pendidikan dan Dunia Kerja Harus Seiring

3 Juli 2009 Artikel Pendidikan


SRAGEN-MI: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan pendidikan keterampilan bagi calon tenaga kerja harus berjalan seiring dengan kebutuhan dunia kerja sehingga tidak ada calon pekerja yang tidak terserap.

Hal itu disampaikan Presiden saat meresmikan Balai Latihan Kerja Terpadu Techno Park Ganesha Sukowati, Sragen, Selasa (30/6) siang, sekaligus meresmikan Museum Kars di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

"Di masa depan, bupati, wali kota, pengusaha, lembaga pendidikan mendidik lulusan menjadi siap pakai menjadi penting. Jangan sampai pendidikan mencetak ribuan keluaran yang tidak ada hubungannya dengan kebutuhan tenaga kerja di daerah itu," tegasnya.

Presiden mengatakan, pada 2005 hingga 2006 jumlah angkatan kerja yang tidak terserap sebagai imbas krisis yang pernah terjadi pada 1997 masih cukup tinggi jika dibandingkan kebutuhan tenaga kerja.

Namun, seiring dengan penetapan sejumlah kebijakan seperti peningkatan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan pekerjaan, maka saat ini terdapat 2,2 juta tenaga kerja yang terserap dari jumlah angkatan kerja 2 juta orang per tahun.

"Pastikan kebutuhan itu diketahui dan ada sinergi. Yang penting klop dan cocok," katanya. Selain mendorong untuk menciptakan tenaga kerja yang terampil, Presiden juga mengingatkan pentingnya wirausaha dengan membuka pelatihan wirausaha serta permodalan. (Ant/OL-01)

Sumber: Media Indonesia