Pembelajaran Antikorupsi, Mulailah dari Kantin Kejujuran...

13 November 2009 Artikel Pendidikan


Gerakan anti korupsi tidak hanya dilakukan di jalan-jalan dalam bentuk demo, tetapi juga bisa dilakukan di lingkungan sekolah. Sebut saja kantin, misalnya.

Membangun karakter anti korupsi dari ranah pendidikan sendiri adalah cara yang ampuh membentuk negara yang bersih di masa depan. Pelajar, sebagai calon pemimpin bangsa, diharapkan berada jauh dari korupsi, serta tidak mengulangi kesalahan-kesalahan para pemimpin bangsa saat ini.

Berdiri sejak 2004 lalu, Kantin Bersih Transparan Profesional(BTP) SMAN 13, Koja, Jakarta, merupakan pemrakarsa lahirnya "kantin kejujuran" di sekolah-sekolah lain di Indonesia. Kantin tersebut lahir sebagai wadah pembelajaran kepada pelajar untuk menanamkan sikap anti korupsi sejak masih duduk di bangku sekolah.

Konsep dari Kantin BTP sebagai kantin kejujuran di SMAN 13 Jakarta sendiri merupakan sebuah kantin, tempat siswa membeli dan membayarkan sendiri uangnya di tempat yang telah disediakan tanpa penjagaan dan pengawasan sama sekali. Dengan demikian, mereka dilatih untuk jujur terhadap jumlah uang yang mereka bayar dan uang kembali yang mereka ambil. Semua proses jual beli di kantin itu mereka sendiri yang mengurusnya.

Saat ini, kantin kejujuran telah mendapat perhatian besar dari KPK sebagai salah satu pendidikan antikorupsi di sekolah-sekolah. Kami memulainya dari mahasiswa-mahasiswa dan mereka yang menurunkannya ke sekolah-sekolah, ungkap anggota fungsional KPK Yudi Purnomo, Kamis (12/11).

Peran pentingnya penegakan antikorupsi memang harus diupayakan dari pendidikan terlebih dahulu. Penanaman tersebut akan melekat kuat pada jiwa anak untuk bersikap jujur, terutama kepada diri mereka sendiri, kata Yudi.

Yudi juga mengatakan, saat ini kantin kejujuran telah menyebar di wilayah-wilayah lain seperti Aceh, Riau, Semarang, Bandung, Medan, dan Pekanbaru. Di Jakarta sendiri saat ini sudah banyak sekolah yang mempunyai kantin kejujuran, jelasnya.

Walau keberadaanya tidak diawasi sama sekali, kantin BTP tidak pernah merugi. Kantin ini sudah berjalan dari 2004 dan alhamdulilah tidak pernah bangkrut, jelas Humas SMAN 13 Retno Listyarti di sela acara "Gerakan 1000 Tanda Tangan Mendukung Pemberantasan Antikorupsi", di SMAN 13, Jakarta, Kamis (12/11).

Di SMAN 13 Jakarta sendiri pengelolaan kantin antikorupsi dilakukan oleh pengurus ekstrakulikuler Koperasi Siswa. Mereka yang setiap seminggu sekali membelanjakan segala kebutuhan kantin.

Sikap saling serang antar lembaga penegak hukum menimbulkan keprihatinan masyarakat. Sebaliknya, kantin kejujuran saat ini merupakan langkah konkrit untuk menanamkan kejujuran sebagai salah satu proses pembelajaran.

Pembina Kantin BTP SMAN 13 Jakarta Taslim menambahkan, pada minggu ketiga bulan November nanti Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah akan mengadakan observasi dan evaluasi pembelajaran pendidikan anti korupsi di tempat tersebut.

C14-09/Editor: latief

Sumber: Kompas.Com