Ngobrol Saat Makan Bersama Berdampak Positif pada Anak

22 Februari 2018 Artikel Pendidikan


Dengan berbagai alasan, saat ini banyak keluarga yang sudah jarang meluangkan diri untuk makan bersama keluarga. Bisa makan pagi ataupun makan malam ketika keluarga sangat memungkinkan berkumpul di rumah. Banyak yang mengganggap remeh kebiasaan ini, dan lebih mementingkan kesibukannya masing-masing. Padahal sebenarnya banyak hal yang bisa didapatkan dari kebiasaan makan bersama ini, salah satunya menjalin ikatan emosional antar anggota keluarga.

Saat bertemu di meja makan, masing-masing anggota keluarga bisa saling melontarkan obrolan tentang kegiatan harian, rasa masakan yang dimasak, atau hal lainnya yang menyebabkan adanya dialog positif antar anggota keluarga. Setiap keluarga punya gaya yang berbeda saat makan bersama. Ada yang mengobrol saat makan, ada yang sunyi dan fokus untuk menghabiskan makanan. Dua kebiasaan tersebut memberi pengaruh besar pada kesehatan fisik dan kesehatan emosional anggota keluarga.

Berikut manfaat yang bisa didapat jika keluarga makan bersama keluarga:
1. Mengajarkan sopan santun di meja makan.

Kesempatan yang baik bagi orangtua untuk mengajarkan anak-anak mereka sopan santun di meja makan. Jika anak-anak tumbuh tanpa tata krama di meja makan, itu akan menciptakan banyak masalah bagi mereka dalam keberhasilan masa depan mereka.

2. Mengurangi penyalahgunaan zat.
Menurut sebuah penelitian oleh Pusat Nasional Ketergantungan dan Penyalahgunaan Zat di Universitas Colombia, keluarga yang tidak makan bersama tiga setengah kali lebih rentan terhadap penyalahgunaan resep dan obat lainnya. Makan bersama keluarga tentu mengurangi tingkat penyalahgunaan zat di kalangan orang dewasa dan anak-anak dalam keluarga.

3. Hubungan baik.
Saat makan bersama, orang tua dapat mengajarkan segala hal yang berkaitan dengan sopan santun atau perilaku yang baik. Jika dilakukan terus, maka dengan sendirinya anak mengingat. Mengobrol dengan anggota keluarga saat makan bersama juga dapat meningkatkan kedekatan antar anggota keluarga.

4. Performa anak-anak lebih baik di sekolah.
Menurut sebuah penelitian tahun 2005 di Universitas Columbia, remaja yang makan bersama keluarga mereka setidaknya lima kali seminggu lebih mungkin mendapatkan nilai yang lebih baik di sekolah. Anak-anak yang makan dengan keluarga mereka juga memiliki sikap yang lebih positif tentang masa depan mereka.

5. Meningkatnya komunikasi.
Makan bersama dalam keluarga untuk memberi kesempatan untuk komunikasi. Percakapan selama makan memberi kesempatan bagi keluarga untuk menjalin ikatan dan terhubung satu sama lain. Hal ini juga memungkinkan orangtua dan anak-anak untuk mendiskusikan topik-topik menyenangkan dan serius, dan saling belajar.

Cara untuk mengembalikan budaya makan bersama kembali lagi dengan komitmen dan komunikasi di antara keluarga. Harus ada yang memulai melakukan kegiatan ini. Setidaknya peran orangtua yang senantiasa mencipta suasana makan yang kondusif bersama keluarga.

Mulai sekarang, biasakan makan bersama keluarga!

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)