Menjauhkan Si Kecil dari Teman-Teman Nakalnya

19 Desember 2013 Artikel Pendidikan


Teman adalah salah satu faktor yang dapat memberi pengaruh yang buruk pada anak. Berteman dengan anak yang nakal dapat membuat anak meniru prilaku nakalnya. Anak yang berprilaku nakal tersebut bisa saja teman sekolah, teman sepermainan atau bahkan anak tetangga yang Anda kenal dengan baik. Sebagai orangtua, jelas Anda ingin anak-anak bergaul dengan teman-teman yang bisa memberikan pengaruh positif. Sayangnya anak-anak mungkin belum memiliki radar yang kuat soal teman-teman yang memiliki pengaruh tak baik untuknya.

Di sinilah peran orangtua sangat diperlukan. Lalu apa yang harus dilakukan untuk melindungi mereka agar mereka bisa memilih hal-hal yang baik dan buruk dari teman-teman mereka.

1. Tentukan "bad friend"

Anak-anak kecil usia sekolah dasar biasanya masih kesulitan untuk menentukan teman-teman yang baik dan buruk. Mereka biasanya hanya ingin bermain dengan semua orang. Ini tak salah sih, tapi Anda harus mengawasinya agar si kecil tak terjerumus jadi nakal dan berbuat onar.

"Anak-anak berani mengambil risiko yang lebih besar ketika mereka bersama-sama," ungkap Laurence Steinberg, Ph.D, profesor psikologi di Temple University di Philadelphia. Selain itu, Robert Faris, PhD, seorang sosiolog di University of California mengungkapkan bahwa semakin banyak anak yang peduli pada popularitas dan perhatian, maka mereka akan semakin agresif dan mencari cara mendapat perhatian termasuk lewat kenakalan.

Yang harus diketahui orangtua adalah perilaku nakal ini bisa menular. Jadi ikuti kata hati dan lihat bagaimana kelakuan teman-teman si kecil serta tentukan siapa yang bermasalah. Namun tak perlu melarang mereka main bersama, hanya saja awasi mereka saat main dan beri pengertian pada anak jika ia mencontoh perbuatan yang salah.

2. Diskusikan dengan anak

"Jika seorang teman datang dan berperilaku buruk, Anda harus turun tangan, kemudian bicara dengan anak Anda tentang dia," ungkap Christine Carter, Ph.D. parenting ahli dan penulis buku Raising Happiness.

Orang tua sering membuat kesalahan dan memaklumi perilaku buruk teman anak karena takut menyakiti anak mereka secara sosial. Tapi itu bisa menjadi dukungan dan pembenaran diam-diam terhadap kelakuan salah anaknya. "Pikirkan tentang cara ini, anak mengandalkan orang tua mereka untuk memiliki standar yang tinggi untuk persahabatan mereka, setiap anak di bawah 12 tidak cukup lama untuk membuat keputusan ini bersama," katanya.

Tapi bagaimana Anda berbicara sehingga anak akan mendengarkan? Saran Dr Hallowell, "Setelah percakapan jujur dengan anak tentang apa yang tak Anda sukai tentang temannya, mungkin dia tidak akan ingin menghabiskan banyak waktu dengan teman nakalnya. Namun pastikan untuk tidak menghakiminya, Anda juga harus mendengarkan mereka," tambahnya.

3. Jangan melabeli anak

Steinberg juga mengungkapkan sebaiknya Anda tidak melabeli anak sebagai anak yang nakal. "Jangan labeli anak dengan label perilaku buruk. Berikan alasan yang baik untuk tidak menyukai teman, dan anak Anda mungkin menghormatinya. Anak-anak benar-benar peduli apa yang Anda pikirkan," jelasnya. Anda pasti tahu apa akibat melabeli anak dengan berbagai kata-kata buruk kan?

Jika pemahaman positif yang sudah tertanam kuat pada diri anak, anak tidak akan mudah goyah pendiriannya dan tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal buruk. Sebaliknya, justru anak Anda yang senantiasa memberikan pengaruh positif kepada teman-temannya.

Oleh: Iman S
(Dikutip dari berbagai sumber)