Meningkatkan Pengaruh dengan Pandai Bercerita

18 Juni 2014 Artikel Pendidikan   |    Deden Hendrayana


Pandai bercerita ternyata merupakan salah satu keahlian yang harus Anda miliki bila ingin punya kemampuan untuk bisa mempengaruhi orang lain.

Mengapa cerita bisa mempengaruhi orang lain? Jawabannya karena kita semua menyukai cerita. Ketika Anda bercerita kepada orang lain atau mendengarkan cerita dari orang lain maka daerah otak tertentu akan meresponnya dan saling bersinkronisasi.

Lebih dalam lagi, otak Anda akan semakin aktif. Dia akan membawa Anda masuk kedalam cerita tersebut sehingga kadang Anda bisa menduga kemana cerita itu akan mengalir, kadang Anda bisa memprediksinya dan kadang Anda sudah membayangkan akhirnya akan seperti apa.

Oleh sebab itulah, berkomunikasi dan bagaimana mengkomunikasikan informasi akan menjadi efektif bila disampaikan dengan cara bercerita. Orang lain yang mendengar cerita Anda akan mengingat Anda karena mereka mengingat cerita Anda. Kedekatan cepat tercipta dan Anda akan mudah memaparkan ide, saran ataupun pendapat dengan cepat untuk diingat.

Contoh bos saya dikantor. Dia memang senang bercerita dalam setiap kesempatan. Dalam satu kesempatan dia bisa bercerita perihal dirinya saat di bandara harus berdesak-desakan karena hampir kehabisan tiket. Apapun yang terjadi dia tetap nekat hingga akhirnya sampai di tujuan meskipun dengan pengalaman seru tersebut.

Contoh lain saat kami bertemu dengan mitra bisnis di suatu coffee shop, dia bisa langsung bercerita perihal update terkini dari komisi pemberantasan korupsi dan mampu bercerita dengan membandingkan pelaksanaan pemberantasan korupsi dinegara lain meskipun baru bertemu dengan orang tersebut hari itu.

Jadi, Anda harus selalu punya bahan untuk bercerita yang akan disesuaikan dengan keadaan dan kondisi saat itu. Dengan kata lain, Anda harus punya semacam kebun cerita dimana Anda tinggal mengambil satu cerita yang sesua dengan kondisi dan keadaan saat itu.

Dipikir-pikir ada benarnya juga. Bayangkan kalau bos saya tidak punya keterampilan seperti itu. Disaat kita harus bertemu dengan klien misalkan dan harus menunggu sampai semua orang hadir alangkah garingnya kalau orang yang sudah hadir di ruang meeting cuma terdiam saja menunggu kehadiran orang lainnya.

Nah, dengan cerita keadaan tersebut suasana menjadi lebih cair dan pertemuan bisa menjadi semakin lancar. Lalu bagaimana agar Anda punya kebun cerita itu? Anda harus banyak baca, banyak dengar, belajar dari pengalaman sendiri dan lain sebagainya yang tentu bisa menjadi bahan Anda untuk bercerita.

Wah, lagi-lagi saat pertama tahu perihal kekuatan cerita ini, saya dihadapkan pada pernyataan bahwa itu semua tergantung bakat karena tidak semua orang bisa pandai bercerita. Namun, saya kembali semangat lagi karena yang namanya ketrampilan berkomunikasi itu akan semakin baik kalau kita terus belajar, berlatih dan mempraktekkannya.

Lalu cerita apa yang akan disukai banyak orang?

Menurut Nick Morgan, pakar komunikasi publik, ada 5 jenis bentuk cerita yang semua orang akan suka karena memang mereka sering mendengar dan sudah mengenalnya sejak kecil. Kelima tema itu adalah: Quest,Strange in land, Love story, Rags to riches dan Revenge.

Quest adalah cerita perihal seorang karakter dimana karakter tersebut memiliki keinginan dan bagaimana dia menghadapi segala macam hambatan untuk mencapai keinginannya tersebut sehingga cita-citanya tercapai.

Strange in land adalah cerita bagaimana seseorang tokoh atau karakter tertentu bisa bertahan di suatu daerah atau keadaan tertentu dan bagaimana dia berhasil mencapai semuanya dengan ketidaktahuan dan modal yang cukup.

Love story adalah cerita yang ini sudah jelas tentunya. Anda semua pasti sudah paham yaitu kisah atau cerita cinta.

Rags to riches merupakan cerita kisah perjalan seorang tokoh atau karakter tertentu dari tidak memiliki apa-apa hingga mencapai suatu kemapanan tertentu

Revenge cerita ini sudah jelas siapa yang berbuat baik akan bawa kebaikan juga buat dirinya dan sebaliknya kalau buruk juga buruk.

Tentu saja cerita haruslah natural, mengugah pikiran dan perasaan dan tentu saja bukan gosip atau membicarakan orang lain atau ghibah.

Bagaimana Anda melakukannya dalam bisnis dan presentasi? Menurut Nick lebih lanjut, jika Anda hendak berbicara tentang suatu produk, jangan terangkan perihal produk Anda secara detail dan panjang lebar. Itu bukan cerita. Sebaliknya, temukan kasus penggunaan pelanggan dan bagaimana produk Anda telah mengubah hidup pelanggan lain menjadi lebih baik.

Lebih lanjut bisa Anda baca lagi perihal tersebut dalam tulisan lalu disini.

Cerita bos saya tentang pengalamannya naik pesawat diatas mungkin masuk kriteria Quest karena dia bercerita perihal bagaimana semua orang harus berjibaku untuk pulang dengan pesawat dengan membawa berbagai perbekalan untuk mencapai tujuannya berdarmawisata atau sekedar jalan-jalan.

Sepertinya menarik untuk dilatih dan dipraktekkan. Semoga Anda pun berkenan.

(Penulis adalah pemilik blog dedenhendrayana.com)