Mengetahui Cara Memilih Kursus untuk Anak

22 Juli 2019 Artikel Pendidikan


Orang tua mana yang tidak ingin anaknya hidup sukses dan sejahtera saat dewasa? Meski definisi sukses pun masih diperdebatkan, tapi tidak ada salahnya membekali anak dengan berbagai keahlian yang dapat membantunya menjalani tantangan hidup yang lebih sulit dibanding saat ini. Maka disarankan untuk orang tua mengajak anak belajar mengembangkan minat dan bakatnya dengan mengikuti kursus untuk anak.

Sayangnya, tidak semua kursus benar-benar bermanfaat untuk anak. Hanya kursus yang disukai anak dan sesuai dengan minat dan bakatnyalah berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan dan skill mereka. Lalu bagaimanakah caranya agar tidak salah memilihkan kursus untuk anak?

Mengetahui karakter anak

Anak dengan karakter penakut sebaiknya didaftarkan kursus yang dapat meningkatkan keberanian dalam dirinya, misalnya beladiri. Sedangkan kursus untuk anak di bidang kesenian dapat meningkatkan kepekaan sosial pada anak yang cenderung egois dan kurang peka terhadap keadaan sekitar. Jika anak Anda pemalu, maka kursus yang melibatkan kerja sama tim seperti teater dan sepak bola adalah pilihan yang tepat, karena dapat membuatnya berinteraksi dengan lebih banyak orang. Begitu juga kalau anak Anda berkarakter agresif. Anak dengan karakter ini biasanya sangat percaya diri, sehingga ia tidak akan menemukan kesulitan saat mengikuti segala jenis kursus untuk anak.

Mengetahui reputasi lembaga kursus

Lakukan investigasi kecil-kecilan tentang suatu lembaga kursus untuk anak sebelum Anda memutuskan untuk memilihnya. Coba tanyakan prestasi apa saja yang pernah diraih siswa atau mantan siswa lembaga kursus, latar belakang tenaga pengajar, metode belajar, pendiri atau pemilik lembaga kursus, dll.

Berikan dukungan kepada anak

Jika anak tiba-tiba mogok untuk kursus, segera cari tahu apa penyebabnya. Kalau ternyata dia hanya malas, bujuklah dengan berbagai cara agar ia datang untuk kursus di hari dan jam yang sama. Tetap tampakkan wajah ceria, meski Anda sedang sangat lelah untuk mengantarnya pergi kursus. Bagaimana si kecil bisa bersemangat kalau Anda loyo?

Bijak memilih waktu

Meskipun kursus untuk anak berguna sebagai tambahan pengetahuan dan ketrampilan di masa depan, jangan sampai jam belajar anak menjadi terganggu karena terlalu sibuk ikut kursus. Pilihlah lembaga kursus yang memulai kegiatannya tidak berbenturan dengan kegiatan belajar anak disekolah.

Dalam memilih dan mengikuti kursus tidak semua langsung berjalan lancar dan mulus. Apabila semangat anak yang awalnya tinggi kemudian menurun maka ajaklah anak untuk berdiskusi untuk menentukan langkah selanjutnya agar anak juga dapat merasa nyaman menjalani kursus tersebut sehingga hasilnya bisa mengoptimalkan kemampuan dan bakat si anak.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)