Mengenal Sejarah Lahirnya Gerakan Pramuka di Indonesia

14 Agustus 2016 Artikel Pendidikan


Lahirnya gerakan Pramuka di Indonesia dimulai saat Indonesia dijajah oleh Belanda. Awal gerakan Pramuka ini berasal dari berdirinya cabang Nederlandsche Padvinders Bestuur (NPO) yang kemudian berubah nama menjadi Nederlands Indische Padvinders. Bapak Kepanduan Indonesia adalah Mangkunegara S.P. yang memprakarsai berdirinya organisasi Kepanduan milik Indonesia pada 1916. Pada masa penjajahan Jepang, gerakan ini dibubarkan karena Jepang tidak menginginkan adanya sebuah organisasi yang dibuat tanpa campur tangan Jepang. Setelah Jepang pergi, gerakan Pramuka di Indonesia kembali aktif dan baru dibentuk sebagai Pramuka pada tahun 1961. Komite untuk pembentukan gerakan Pramuka sendiri baru saja membuat keputusannya pada 1961 melalui Keputusan Presiden Nomor 121 tahun 1961 tanggal 11 April 1961.

Gerakan Pramuka Indonesia awal ditandai dengan munculnya cabang Nederlandsche Padvinders Bestuur (NPO) pada tahun 1912. Organisasi baru yang lahir ada pada tahun 1910 ini mampu mempertahankan keberadaannya hingga pecah Perang Dunia I. dengan alasan NPO memiliki kwartitr besar sendiri, mereka kemudian memutuskan untuk mengubah nama mereka pada 1916 dan menjadi Nederlands Indische Padvinders Vereeniging (NIVP).


Pada tahun yang sama, S.P. Mangkunegara VII berencana untuk membuat kepanduan sendiri. Organisasi mereka diberi nama Javaansche Padvinders Bestuur (JPO) dan menjadi organisasi kepanduan pertama di Nusantara. Lahirnya organisasi-organsasi Pramuka juga memicu gerakan nasional lainnya. Di tempat lain, organisasi kepanduan milik Muhammadiyah bernama Padvinder Muhammadiyah mengubah namanya menjadi Hizbul Watan pada 1920. Selain Muhammadiyah, ada juga kepanduan milik Boedi Oetomo, yaitu Padvinderij Nationale, Syarikat Islam Afdeling Padvinderij milik Syarikat Islam yang namanya kemudian berubah menjadi Syarikat Islam Afdeling Pandu (SIAP), Nationale Islamietische Padvinderij (NATIPIJ) yang berdiri berkat Jong Islamieten Bond, dan yang terakhir adalah Indonesisch Nationale Padvinders Bestuur (INPO) yang berhutang budi kepada kaum muda Indonesia pada proses berdirinya.

Pada tanggal 23 Mei 1928, rasa kesatuan yang muncul dalam organisasi Kepanduan di Indonesia mulai memanifestasikan dirinya dengan nama "Persaudaraan antara Pandu Indonesia" (PAPI) yang beranggotakanh INPO, SIAP, NATIPIJ, dan PPS. Pada 1928 sampai 1935, organisasi-organisasi kepanduan yang merintis lahirnya gerakan Pramuka di Indonesia menjadi semakin banyak, baik didasarkan kebangsaan maupun agama.

Nama-nama organisasi yang didasarkan pada kebangsaan adalah:
*. Pandu Indonesia (PI)
*. Padvinders Organisatie Pasundan (POP)
*. Pandu Kesultanan (PK)
*. Sinar Pandu Kita (SPK)
*. Kepanduan Rakyat Indonesia (KRI)

Sementara organisasi yang berdasarkan keagamaan:
*. Pandu Ansor
*. Al Wathoni
*. Hizbul Wathan
*. Kepanduan Islam Indonesia (KII)
*. Islamitische Padvinders Organisatie (IPO)
*. Tri Darma (Kristen)
*. Kepanduan Azas Katolik Indonesia (KAKI)
*. Kepanduan Masehi Indonesia (KMI)

Meskipun gerakan Pramuka keberadaannya ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 121 tahun 1961 tanggal 11 April 1961, namun secara resmi gerakan Pramuka diperkenalkan kepada khalayak pada tanggal 14 Agustus 1961 sesaat setelah Presiden Republik Indonesia menganugrahkan Panji Gerakan Pramuka dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. Sejak itulah maka tanggal 14 Agustus dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka.

Perkembangan Gerakan Pramuka mengalami pasang surut dan pada kurun waktu tertentu kurang dirasakan pentingnya oleh kaum muda, akibatnya pewarisan nilai-nilai yang terkandung dalam falsafah Pancasila dalam pembentukan kepribadian kaum muda yang merupakan inti dari pendidikan kepramukaan tidak optimal. Menyadari hal tersebut maka pada peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka ke-45 Tahun 2006, Presiden ke 6 RI Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan Revitalisasi Gerakan Pramuka. Pelaksanaan Revitalisasi Gerakan Pramuka yang antara lain dalam upaya pemantapan organisasi Gerakan Pramuka telah menghasilkan terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang GERAKAN PRAMUKA.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)