Mengenal Lebih Jauh Mengenai Anak Indigo

3 April 2014 Artikel Pendidikan


Anak indigo atau anak nila (bahasa Inggris: Indigo children) adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan anak yang diyakini memiliki kemampuan atau sifat yang spesial, tidak biasa, dan bahkan supranatural. Konsep ini merupakan ilmu semu yang didasarkan pada gagasan Zaman Baru pada tahun 1970-an. Tidak semua anak terlahir indigo.

Anak indigo mengingat dan mengetahui batin yang jauh melebihi kemampuan psikis kita. Anak indigo mengetahui dengan cara yang berbeda. Ribuan tahun lalu, kita mulai berpikir, bukan merasa. Meskipun kemampuan untuk memasuki kesadaran kolektif masih ada di dalam diri, namun kita sudah lupa menggunakannya. Ego lah yang menjadikan kita mengAndalkan ingatan untuk membuat keputusan.

Beberapa orang akan melahirkan anak yang dapat mengingat bagaimana cara kerja kesadaran kolektif dan menggunakannya. Anak indigo berbeda dengan anak-anak yang lain, mereka lebih cerdas, lebih konfrontatif, lebih spiritual, lebih intuitif, dan dalam beberapa kasus mereka lebih ganas.

Untuk mengenal lebih jauh tentang anak indigo, berikut beberapa perilaku mereka:

1. Anak indigo mengetahui mereka indigo dan berharap Anda menyadarinya.

2. Anak indigo lebih percaya diri dan memiliki harga diri yang tinggi.

3. Sistem ritual yang kaku dianggap kuno oleh anak indigo. Mereka merasa segala sesuatu harus dipikirkan secara kreatif.

4. Anak indigo merasa dan mengetahui bahwa mereka spesial dan harus dihormati.

5. Anak indigo memiliki otoritas mutlak, tidak memberikan pilihan, atau negosiasi.

6. Beberapa aturan kita tampak konyol di mata anak indigo, dan mereka cenderung untuk melawannya.

7. Memenuhi kebutuhan pribadi sangat penting bagi anak indigo dan mereka akan membiarkan Anda tahu.

8. Mereka sering memiliki gagasan yang lebih baik atas metode yang telah diterapkan sejak lama.

9. Orang dewasa sering melihat anak indigo sebagai antisosial, kecuali dengan sesama indigo. Mereka sering merasa salah dipahami yang membuat mereka terlihat seperti antisosial.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari berbagai sumber)