Mengenal Lebih Dekat Tentang Ruang Terbuka Hijau

28 Januari 2013 Artikel Pendidikan


Awal tahun baru ini, wilayah Indonesia dihadapkan dengan musim hujan. Banjir merupakan kendala yang serius akibat musim penghujan ini. Banjir yang melanda di Indonesia, khususnya di Jakarta disebabkan karena beberapa faktor. Salah satu penyebab utama terjadi karena pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang kurang maksimal.

Penyebab RTH ini terbilang rendah karena dari sekian hektar luas daerah Jadebotabek, areal yang digunakan untuk RTH hanya 9.6 persen. Hal ini jelas membuat RTH tidak berfungsi sebagai resapan air pada saat musim hujan.

Kurangnya lahan untuk RTH ini yang kemudian membuat masyarakat urban lebih suka berkerumun dalam acara-acara berkumpul sesuai dengan kelas sosial mereka atau menghabiskan waktu dengan cara terkoneksi dengan internet. Jaringan media sosial, situs interaktif, game interaktif, dan jaringan pertemanan melalui smartphone menjadi tren urban dewasa ini akibat kurangnya aktivitas yang bisa dilakukan di luar ruangan, misalnya di Ruang Terbuka Hijau. Sisanya, waktu dihabiskan untuk perjalanan pulang ke rumah.


Mungkin sebagian orang belum paham yang dimaksud dengan Ruang Terbuka Hijau. Apakah RTH itu ? Ruang Terbuka Hijau adalah kawasan atau areal permukaan tanah yang didominasi oleh tumbuhan yang dibina untuk fungsi perlindungan habitat tertentu dan sebagai resapan air pada saat hujan. Selain itu, RTH juga meningkatkan kualitas atmosfer yang menunjang kelestarian air dan tanah. Oleh karena itu di didaerah yang kawasan penduduknya tinggi terutama di Jakarta, RTH memang dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi banjir. Sampai saat ini pemanfaatan RTH masih belum sesuai dengan harapan yakni terwujudnya ruang yang nyaman, produktif dan berkelanjutan.

RTH tidak harus mahal. Kita pun juga bisa membuat sendiri RTH yang sederhana ditempat tinggal. Untuk membuat RTH ini bisa dikatakan mudah. Lalu, bagaimana caranya? Mari kita simak cara berikut ini:


1. Memiliki lahan terbuka didalam rumah, baik itu hanya beberapa meter ataupun luas.

2. Kita harus melihat kontur tanah yang ada di lahan tersebut. Jika kurang baik atau terlalu padat, maka kita harus mengolahnya kembali dengan cara mencangkul tanah tersebut sampai tanah tersebut gembur. Dapat juga dengan memberi pupuk pada tanah tersebut supaya menjadi lebih subur.

3. Setelah tanah di olah, maka harus memperhitungkan daerah resapannya. Daerah resapan air dapat dibuat sendiri dengan menggunakan paralon bekas. Ukuran paralon 30 cm saja kemudian buat lubang untuk menanamkan paralon tersebut di tanah. Setelah membuat lubang lalu paralon tersebut dimasukan kedalam lubang tadi.

4. Kita bisa berkreasi dengan tanaman bunga dan rumput yang akan ditanam. Untuk tanaman dapat menggunakan tanaman bonsai yang pertumbuhannya lambat. Selain bonsai juga bisa dengan tanaman buah seperti pohon mangga, rambutan dan tanaman buah lainnya.

5. Setelah proses penanaman selesai, tinggal menunggu hasil kreasi kita untuk tumbuh. Untuk mempercantik RTH yang kita buat, dapat menambahkan fasilitas berupa kursi atau meja yang minimalis. Maka kita telah membangun RTH sendiri.

Semua hal yang besar berawal dari hal yang kecil. Oleh karena itu, dengan menanam Ruang Terbuka Hijau sendiri kita sudah dapat mencegah terjadinya banjir di lingkungan kita sendiri. Mari kita menjaga kelestarian lingkungan hidup bersama !

(Dikutip dari berbagai sumber)