Mengatasi Anak Laki-Laki yang Cenderung Feminin

15 November 2014 Artikel Pendidikan


Ketika anak laki-laki biasanya gemar mengoleksi mainan robot, bermain permainan yang menantang, dan bersikap aktif, ada juga anak laki-laki yang justru bertingkah layakya perempuan, mengoleksi boneka dan berusaha berdandan seperti ibunya.

Kesalahan yang sering dilakukan orang tua yaitu dengan memarahinya ketika melakukan hal-hal yang bersifat feminin. Hal ini salah karena dengan begitu si anak akan tertekan dan semakin menjadi jadi.

Bagaimana orang tua memperlakukan anak merupakan salah satu faktor pembentuk kepribadian seorang anak laki maupun perempuan. Teman sebaya, lingkungan tempat tinggal tak luput juga sebagai pengaruh besar pada anak. Kini juga media mempengaruhi pola pikir anak. Dimana banyak sinetron yang menampilkan anak laki-laki berperan sebagai laki-laki yang feminin komplit dengan gerak tubuh serta gaya bicara seperti halnya perempuan. Hal ini pastinya mudah ditiru oleh anak karena anak kecil menyerap informasi layaknya spons. Mereka menganggap hal tersebut wajar-wajar saja dan menjadikan aktor/aktris tersebut menjadi idola.

Psikolog Elly Risman Musa, mengatakan menjadi laki-laki atau perempuan memengaruhi bagaimana penampilan mereka, bagaimana mereka menggerakkan tubuh, bekerja, bermain dan berpakaian/berdandan. Hal ini pula yang memengaruhi anggapan mereka terhadap diri mereka dan apa yang dipikirkan orang lain tentang mereka.

Elly mengatakan ''Sebenarnya penyadaran peran jenis kelamin harus terbentuk sebelum anak memasuki TK sehingga ketika sudah memasuki SD ia akan tahu bagaimana harus bertingkah laku,''. Orang tua sangatlah berperan penting dalam mendampingi anak dalam hal ini. Maka dari itu orang tua harus sabar dan terus menjaga dan membimbing anaknya dalam pembentukan kepribadian anak laki-laki agar tidak bertingkah layaknya perempuan atau bersikap feminin.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)